IndoEBTKE ConEx 2026 Usai, METI Siapkan Rekomendasi Percepatan EBT

5 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

IndoEBTKE ConEx 2026 resmi berakhir setelah digelar selama tiga hari pada 2-4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) akan merangkum hasil diskusi dan berbagai komitmen dalam acara tersebut menjadi rekomendasi untuk pemerintah.

Ketua Umum METI Norman Ginting mengatakan rekomendasi tersebut akan memuat masukan terkait percepatan implementasi energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk perbaikan regulasi yang diperlukan.

"Setelah event ini, banyak diskusi, banyak signing, banyak komitmen terkait dengan rencana bagaimana mendukung program-program strategis pemerintah untuk percepatan energi baru terbarukan," kata Norman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (4/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan pembahasan selama tiga hari mencakup target 100 GW, biofuel seperti B50 dan etanol E20, ekonomi karbon, hingga waste to energy. Norman menilai antusiasme peserta menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong implementasi EBT.

"Kita melihat ada antusiasme yang luar biasa, ada energi yang luar biasa. Terlihat dari peserta yang terus-menerus bertambah dari hari ke hari, tidak pernah sepi," ujarnya.

Menurut Norman, berbagai komitmen tersebut diharapkan dapat mendorong investasi, pertumbuhan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja hijau.

"Jadi ada harapan yang tinggi. Kita tahu bahwa rencana strategis program pemerintah ini akan menjadi semacam dorongan terhadap investasi yang luar biasa di sektor energi baru terbarukan, yang pada intinya nanti akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih masif lagi dan nantinya bisa membantu meningkatkan lapangan pekerjaan, khususnya dari green job," tuturnya.

METI selanjutnya akan menyusun masukan dari rangkaian acara tersebut untuk disampaikan kepada pemerintah, termasuk terkait regulasi.

"Tentunya kita akan memberikan masukan kepada pemerintah, termasuk juga perbaikan-perbaikan regulasi yang diperlukan. Karena apapun namanya, ini perlu dorongan, perlu dukungan regulasi sehingga nantinya implementasi ini bisa terealisir lebih cepat dirasakan," kata Norman.

Norman juga menilai pembahasan IndoEBTKE ConEx tahun ini lebih luas karena tidak hanya berfokus pada pembangkit listrik, tetapi juga pemanfaatan langsung EBT untuk mendukung ekonomi masyarakat.

"Di momen IndoEBTKE kali ini kita bisa melihat bahwa warna dari energi baru terbarukan ini tidak hanya tentang berbasis green listrik, tidak hanya berbasis membangun pembangkit listrik. Tapi kita juga di sini membahas tentang biofuel, bioethanol, dan termasuk nilai ekonomi karbon," ujarnya.

Wakil Ketua Umum METI Hokkop Satungkir mengatakan IndoEBTKE ConEx 2026 selama tiga hari mencatat lebih dari 7.000 partisipasi, terdiri dari sekitar 1.785 delegasi konferensi dan lebih dari 5.000 pengunjung pameran.

"Selama tiga hari penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx 2026, itu sudah berhasil menghadirkan antusiasme dan partisipasi yang sangat luar biasa dari berbagai elemen ekosistem energi Indonesia," kata Hokkop dalam sambutannya.

Menurutnya, acara tersebut juga menghadirkan lebih dari 110 pembicara nasional dan internasional, 20 sesi diskusi strategis, serta 22 eksibitor. Selain itu, tercatat 16 penandatanganan kerja sama yang mencakup pengembangan EBT, program LTS 100 GW, bioenergy dan biofuel, hidrogen hijau berbasis biomassa, konservasi energi, penguatan SDM, hingga pembiayaan berkelanjutan.

Hokkop mengatakan rangkaian hari terakhir membahas sejumlah isu, mulai dari waste to energy, infrastruktur EBT, battery energy storage system, smart grid dan green super grid, hingga pembiayaan proyek energi bersih.

"Percepatan transisi energi Indonesia merupakan perjalanan bersama kita. Pemerintah sudah memberikan arah kebijakan, dunia usaha menghadirkan investasi dan implementasi, akademisi serta peneliti menghadirkan inovasi, masyarakat memastikan manfaat transisi energi dapat dirasakan secara luas," ujarnya.

(lau/pta)

Read Entire Article
| | | |