Ini Alasan Ilmiah di Balik Makanan Pesawat yang Enggak Enak

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Rabu, 18 Feb 2026 20:00 WIB

Pernah merasakan hidangan pesawat yang rasanya tidak enak? Jangan kaget, ternyata ada alasan ilmiah di balik rasa aneh hidangan di pesawat selama penerbangan. Ilutrasi. Ternyata ada alasan ilmiah di balik makanan pesawat yang sering terasa tidak enak. (iStockphoto/ThamKC)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah merasakan hidangan pesawat yang rasanya tidak enak? Jangan kaget, ternyata ada alasan ilmiah di balik rasa aneh hidangan di pesawat selama penerbangan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan rasa makanan di pesawat jadi berbeda. Bukan kesalahan yang disengaja oleh para koki, melainkan kondisi di dalam pesawat dan sistem biologi tubuh yang terpengaruh saat berada di ketinggian.

Merangkum dari beberapa sumber, tim kuliner maskapai penerbangan bersama ilmuwan mengungkapkan jawabannya. Berikut ini beberapa alasan yang menjawab pertanyaan mengapa rasa makanan terasa aneh di pesawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kelembaban udara yang rendah

Ketika terbang, udara di kabin pesawat sangat kering, apalagi ketika mengudara di atas 35 ribu kaki. Kabin juga mengalami tekanan udara lebih rendah sehingga kadar oksigen yang dihirup juga menurun.

Akibatnya, indera penciuman dan indera perasa manusia jadi melemah, kemampuan kerjanya menurun. Makanan yang disajikan jadi kurang beraroma dan berpengaruh terhadap rasa.

"Di ketinggian, tekanan kabin dan udara kering benar-benar menumpulkan indera Anda. Itulah sebabnya makanan pesawat sering tampak hambar," ujar Sarah Bond, seorang ilmuwan makanan, ahli gizi, dan pengembang resep di Live Eat Learn, dikutip Travel and Leisure Asia.

2. Tekanan kabin

Sebuah studi dari Fraunhofer Institute Jerman juga mengungkapkan, kombinasi dari tekanan rendah, udara kering, kebisingan, dan getaran di pesawat bisa membuat manusia kurang sensitif terhadap rasa.

Kepekaan manusia turun 30 persen untuk merasakan manis dan asin. Sementara untuk rasa asam, pahit, dan pedas secara umum tidak terlalu terpengaruh.

Itulah mengapa makanan yang disajikan di dalam pesawat biasanya lebih banyak menggunakan rempah-rempah yang membuat makanan lebih umami.

"Persepsi Anda tentang rasa asin dan manis sangat terpengaruh. Rasa asam, pahit, dan pedas hampir tidak terpengaruh. Mungkin ini alasannya mengapa tim persiapan makanan maskapai menggunakan lebih banyak rempah-rempah pada makanan di pesawat," ujar Henderson, pengelola situs web perjalanan The Points Guy yang berbasis di New York, dikutip dari Fox News.

3. Kebisingan di pesawat

Kebisingan pesawat juga memiliki andil dalam membuat rasa makanan di pesawat berubah. Selama penerbangan, suara yang bising bisa mengganggu sensorik tubuh dan membuat kenikmatan makna di pesawat jadi berkurang.

"Indera kita saling berhubungan dalam unit pemrosesan di otak kita. Indera rasa dan pendengaran terkait erat, sehingga suara yang lebih keras cenderung menekan sebagian besar persepsi rasa. Namun menariknya, persepsi umami atau rasa gurih sebenarnya ditingkatkan," ujar Bryan Quoc Le, seorang ilmuwan makanan dan pendiri Mendocino Food Consulting.

Terkait hal ini, makanan yang mengandung asam glutamat tinggi akan mengeluarkan rasa umami atau gurih, yang mana rasa ini paling dominan ketika di atas pesawat.

Oleh karena itu makanan dengan olahan tomat di dalamnya lebih direkomendasikan. Pasalnya, tomat mengandung asam glutamat tinggi.

4. Produksi massal makanan

Ketika di pesawat, makanan disajikan dalam jumlah yang banyak atau massal. Untuk membuat ratusan porsi dalam sekali penerbangan bukanlah perkara mudah, meskipun proses memasak dilakukan di darat.

Saat makanan sudah dikemas dan masuk ke pesawat, kemungkinan besar makanan menjadi dingin dan akan dipanaskan kembali.

Mengutip BBC, rasa makanan ini akan berubah setelah dihangatkan kembali di atas langit karena dipanaskan menggunakan oven konveksi. Oven ini meniupkan udara yang lebih panas dan kering ke makanan yang dipanaskan, sehingga membuat rasanya berubah.

(ana/asr)

Read Entire Article
| | | |