Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menandatangani kesepakatan tarif dagang di AS, besok (19/2).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan tekah tercapai deal tarif dan dituangkan dalam penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara RI dan AS.
"Rencana kalau sesuai jadwal di tanggal 19," ujar Prasetyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prasetyo menjelaskan penandatanganan ART dijadwalkan berlangsung setelah Prabowo menghadiri pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).
"Ya, setelah BoP baru kemudian akan ada rencana tanda tangan kerja sama tarif," katanya.
Prasetyo juga menyampaikan hingga saat ini belum ada perubahan terkait tarif resiprokal yang dikenakan AS terhadap Indonesia. Tarif tersebut masih berada di level 19 persen.
"Untuk sementara belum ya. Untuk sementara belum ada perubahan, tapi tentunya mari kita semua berharap barangkali nanti di dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump mungkin ada perubahan yang itu bermanfaat bagi bangsa dan negara kita," ujarnya.
Meskipun tak ada pembahasan pemangkasan tarif dari 19 persen, tetapi pemerintah Indonesia masih berharap tarif impor tersebut dapat ditekan lebih rendah dari yang ditetapkan AS.
"Tidak ada briefing ya kalau mengenai penginnya ke angka berapa. Mungkin kita hanya melihat negara-negara lain aja, kalau ada yang bisa turun 18 persen, ya mungkin kita pengin turun ke 18 persen, tapi kan bukan kita yang menentukan hal tersebut," pungkasnya.
Pada Juni 2025, Trump menetapkan mengenakan tarif impor atas produk Indonesia sebesar 19 persen.
Besaran tarif itu turun dibandingkan ancaman yang ia berikan ke Indonesia saat awal melakukan serangan dagang ke sejumlah negara, yakni 32 persen.
Namun, tarif 19 persen itu tidak gratis untuk bisa dinikmati Indonesia. Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi Indonesia bila ingin menikmati tarif itu.
Pertama, Indonesia membebaskan tarif atas semua produk yang diekspor AS. Kedua, Indonesia harus mematuhi komitmen membeli energi senilai US$15 miliar dari AS atau Rp244,074 triliun (kurs Rp16.271 per dolar AS).
Ketiga, Indonesia harus menjalankan komitmen mengimpor produk pertanian AS bernilai US$4,5 miliar atau Rp73 triliun. Keempat, Indonesia harus membeli 50 pesawat buatan Boeing.
"Sebagai bagian dari Perjanjian tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk membeli Energi AS senilai US$15 miliar, produk pertanian Amerika senilai US$4,5 miliar, dan 50 pesawat Boeing Jet, banyak di antaranya adalah 777," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya kala itu.
"Kesepakatan hebat, untuk semua orang, baru saja dibuat dengan Indonesia. Saya berurusan langsung dengan Presiden mereka yang sangat dihormati," imbuhnya.
(lau/pta)


















































