Iran Laporkan Trump ke PBB karena 'Kompori' Demo di Teheran

8 hours ago 4

CNN Indonesia

Sabtu, 03 Jan 2026 13:37 WIB

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeed Iravani mengadukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke PBB gegara mengompori demo Teheran. Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeed Iravani mengadukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke PBB gegara mengompori demo Teheran. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS).

Jakarta, CNN Indonesia --

Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeed Iravani mengadukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke PBB gegara mengompori demo Teheran.

Dalam surat kepada PBB pada Jumat (2/1), Iravani meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Dewan Keamanan (DK) PBB mengutuk pernyataan Trump yang menurutnya "sembrono dan provokatif".

Iravani berujar komentar Trump soal demo di Iran merupakan "pelanggaran serius" terhadap Piagam PBB dan hukum internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segala upaya untuk menghasut, mendorong, atau melegitimasi kerusuhan internal sebagai dalih untuk melancarkan tekanan dan intervensi militer adalah pelanggaran berat terhadap kedaulatan, kemerdekaan politik, dan integritas wilayah Iran," kata Iravani dalam surat tersebut, seperti dikutip kantor berita IRNA.

Iravani menegaskan Iran memiliki hak inheren untuk mempertahankan kedaulatan. Teheran pun mengancam akan meminta pertanggungjawaban AS atas segala konsekuensi dari "ancaman ilegal" Trump.

"Amerika Serikat memikul tanggung jawab penuh atas segala konsekuensi yang timbul dari ancaman ilegal ini dan dari setiap peningkatan ketegangan berikutnya," tulisnya.

Surat Iravani ini dikirim beberapa jam setelah Trump menyatakan AS "siap dan siaga" untuk bertindak apabila otoritas Iran membunuh para demonstran di negara itu.

Iran dilanda demonstrasi berdarah yang meletus sejak 28 Desember lalu. Sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 30 orang terluka dalam protes tersebut.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) melaporkan sebanyak 119 orang juga ditangkap.

Demo berdarah ini awalnya pecah karena keluhan warga atas krisis ekonomi Teheran. Namun, tak lama kemudian, demo meluas menjadi desakan perubahan rezim.

AS-Israel kompak mendukung demo Iran dengan menyatakan protes tersebut akibat rasa muak masyarakat terhadap rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump bahkan menyatakan siap membantu rakyat Iran melawan rezim.

"Jika Iran menembak dan membunuh para pedemo secara brutal, yang telah menjadi kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang untuk menyelamatkan demonstran," kata Trump dalam pernyataan di Truth Social, Jumat (2/1).

(blq/agt)

Read Entire Article
| | | |