Jakarta, CNN Indonesia --
Militer Israel kembali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menggempur habis-habisan Jalur Gaza, Palestina, pada Rabu (4/2).
Imbas serangan Israel 23 orang termasuk anak-anak tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara lebih rinci, 14 orang tewas akibat serangan artileri Israel di lingkungan Tuffah dan Zeitoun di Kota Gaza. Empat lainnya dilaporkan tewas dalam serangan di di kamp pengungsi Qizan Abu Rashwan.
Dua orang lainnya tewas akibat serangan udara Israel di kamp tenda pesisir Al Mawasi dan Bulan Sabit Merah Palestina menuatakan salah satu korban adalah petugas tanggap darurat pertama, Hussein Hasan Hussein al-Sumairy
Kontributor Al Jazeera di Gaza, Tareq Abu Azzoum juga mengatakan rumah warga tak luput jadi sasaran pasukan Israel.
"Terjadi peningkatan aktivitas militer Israel di Gaza dalam beberapa jam terakhir," kata dia.
"Kita bisa mendengar suara drone Israel yang melayang di atas kepala, yang menandakan potensi serangan lebih lanjut yang mungkin terjadi."
Di tengah serangan Israel yang meningkat, Palang Merah Palestina menyatakan Israel membatalkan koordinasi untuk kelompok ketiga pasien Palestina yang akan meninggalkan Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah pada Rabu.
Sejak gencatan diterapkan pada Oktober lalu, pasukan Israel telah membunuh 520 warga di Palestina.
Sebelum gencatan, Israel meluncurkan agresi ke Gaza sejak Oktober 2023. Imbas tindakan ini lebih dari 70.000 warga di Palestina tewas dan jutaan orang terpaksa mengungsi.
(isa/rds)
















































