Israel Tahan Wartawan CNN saat Liputan, Kamera Dirusak hingga Dicekik

6 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan Israel menahan wartawan CNN yang meliput serangan brutal pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tayasir, Tepi Barat dan mendirikan pos secara ilegal.

Dalam video yang diunggah CNN, tampak sejumlah tentara Israel dengan menenteng senjata mendekati kru CNN.

"Berhenti! Duduk! Duduk!" teriak salah satu tentara Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jurnalis CNN Jeremy Diamond mengatakan, dia dan timnya tak menimbulkan ancaman apa pun di sana, tetapi malah ditahan Israel.

"Para tentara menghampiri kami dan menodongkan senjata ke arah kami secara langsung," kata Diamond.

Lebih lanjut, Diamond mengatakan, salah satu tentara meminta kamera dimatikan dan membanting ponselnya.

Sekitar satu menit kemudian, salah satu tentara datang dari belakang fotografer CNN Cyril Theophilos dan mencekiknya serta merusak kamera yang dibawanya.

Dalam hitungan menit, kru CNN dan sejumlah warga Palestina ditahan pasukan Israel. Mereka ditahan selama dua jam.

Selama penahanan itu, tentara Israel mengungkap ideologi pemukim dan cara-cara mereka bertindak melayani para pemukim itu. Selama ini, pasukan Zionis hanya berdiam diri ketika pemukim ilegal Israel menyerang warga Palestina.

Para tentara juga meyakini Tepi Barat adalah milik Israel dan menyebut semua warga Palestina sebagai teroris.

Penahanan kru CNN ini terjadi usai pemukim Israel menyerang warga Palestina di Tayasir. Korban, Abdullah Daraghmeh, kini terbaring di rumah sakit karena mengalami luka di bagian wajah. Ia mengalami keretakan di bagian tengkorak, tulang di wajah yang patah, dan kerontokan gigi.

[Gambas:Video CNN]

Saksi mata mengatakan, para pemukim Israel menyerbu rumah Daraghmeh pada Kamis (26/3) dini hari dan memukulinya.

"Dia sedang tidur. Ini tidak biasa," kata anak Daraghmeh.

Pemukim juga menembakkan senjata ke udara lalu mendirikan pos baru secara ilegal di desa Tayasir.

Warga Palestina lain yang rumahnya berada di dekat pos baru, Imad Dabak, cemas dengan tindakan pemukim maupun tentara Israel.

"Ini rumah saya dan saya tak berani tidur di sini. Saya akan membawa anak-anak saya dan pergi malam ini," kata Dabak.

Dabak mengatakan, selama ini militer Israel enggan memindahkan para pemukim dari pos. Sehingga saat mereka kembali, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah mencatat atau merekamnya.

"Jika mereka datang, saya hanya akan memegang ponsel saya dan merekam. Saya tak bisa mendorong atau menyentuh mereka, saya akan dibawa ke polisi dan dipenjara jika mereka tidak membunuh saya," kata dia.

(isa/asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |