Jangan Dianggap Sepele, Ini 3 Efek Serius Jam Tidur yang Berantakan

3 hours ago 5

CNN Indonesia

Kamis, 09 Jul 2026 07:46 WIB

Efek serius jam tidur yang berantakan. Ilustrasi. Ada beberapa efek serius dari jam tidur yang berantakan. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Tak semua orang bisa tidur dengan pola atau jadwal yang sama. Lantas, apa saja efek jam tidur yang berantakan kepada tubuh?

Setiap orang dewasa dianjurkan untuk tidur selama 7-9 jam di malam hari. Bukan tanpa alasan, anjuran itu muncul lantaran tidur memang punya peran penting untuk kesehatan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa tidur sangat berperan penting?

Tidur adalah salah satu proses tubuh yang paling berpengaruh dan tidak bisa dianggap sepele. Kurang tidur dapat berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental.

Mengutip Harvard Health Publishing, sebagian besar dari kita pernah mengalami 'kabut otak' yang disebabkan oleh kurang tidur. Seseorang bisa saja sulit mengingat hal-hal sederhana dan bingung dalam membuat keputusan.

Tapi, kabar baiknya 'kabut otak' biasanya akan hilang setelah Anda kembali ke jadwal tidur yang lebih normal.

Seiring waktu, kurang tidur kronis bisa memicu efek yang lebih serius dan bersifat jangka panjang.Banyak penelitian yang menghubungkan defisit tidur jangka panjang dengan masalah kesehatan seperti peningkatan risiko Alzheimer, obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, mudah terkena infeksi, hingga masalah mental seperti depresi dan kecemasan.

Oleh karena itu, waktu tidur penting untuk diperhatikan demi menangkal berbagai masalah kesehatan di atas.

Efek jam tidur berantakan

Setiap orang umumnya dianjurkan untuk memiliki jadwal tidur yang sama setiap harinya. Jika Anda terbiasa tidur pada pukul 22.00 WIB, maka jadikan hal itu sebagai patokan untuk waktu tidur berikutnya.

Konsistensi membantu menjaga ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, pelepasan hormon, suhu tubuh, metabolisme, hingga fungsi otak.

Saat jadwal tidur berubah-ubah, ritme sirkadian bisa terganggu hingga kualitas tidur dan berbagai fungsi tubuh ikut terdampak.

[Gambas:Video CNN]

Berikut efek jam tidur berantakan, merangkum berbagai sumber.

1. Kualitas tidur buruk

Jam tidur yang berantakan bisa membuat kualitas tidur itu sendiri memburuk. Hal ini ditemukan dalam studi yang dipublikasikan dalam BMC Public Health.

Studi terhadap sejumlah mahasiswa di Taiwan itu menemukan, jadwal tidur yang tidak teratur membuat seseorang mengalami kualitas tidur yang buruk. Hal ini akan berdampak pada waktu tidur keseluruhan yang relatif menjadi lebih singkat.

Banyak penelitian telah melaporkan bahwa kurang tidur yang terakumulasi dapat menyebabkan gangguan kognitif, kewaspadaan, memori, serta suasana hati. Kurang tidur juga bisa berujung pada berbagai masalah kesehatan kronis.

2. Meningkatkan risiko masalah stroke

Waktu tidur yang tidak teratur juga ditemukan dapat meningkatkan risiko stroke hingga 26 persen. Hal ini bahkan berlaku bagi mereka yang tidur dengan durasi cukup.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health ini melibatkan lebih dari 72 ribu orang berusia 40-79 tahun. Penelitian menemukan, semakin jauh jarak antara waktu tidur setiap hari, maka risiko akan semakin meningkat.

"Kita harus berusaha untuk bangun dan tidur dalam rentang waktu 30 menit dari waktu yang sama setiap harinya, termasuk akhir pekan," ujar penulis utama studi Jean-Philippe Chaput, mengutip The Guardian.

"Perbedaan lebih dari satu jam setiap malam atau setiap pagi menandakan pola tidur yang tidak teratur. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan," tambahnya.

3. Meningkatkan risiko masalah jantung

The photo of heart is on the woman's body, Severe heartache, Having heart attack or Painful cramps, Heart disease, Pressing on chest with painful expression.Ilustrasi. Risiko masalah jantung yang meningkat jadi salah satu efek jam tidur yang berantakan. (Istockphoto/Tharakorn)

Studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology menemukan, orang dewasa dengan jadwal tidur tidak teratur memiliki risiko hampir dua kali lipat terkena penyakit jantung.

Mengutip Harvard Health Publishing, studi ini meneliti hampir 2 ribu orang berusia 45-84 tahun tanpa riwayat penyakit jantung. Penelitian dilakukan selama lima tahun dengan pemantauan.

Hasilnya, orang dengan pola tidur paling tidak teratur memiliki tingkat serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidur teratur.

Secara garis besar, efek jam tidur yang berantakan bisa berdampak pada kesehatan secara menyeluruh. Selain tiga risiko utama di atas, jadwal tidur yang tidak teratur juga bisa berdampak pada daya tahan tubuh, proses metabolisme, dan masih banyak masalah lainnya.

Upayakan untuk selalu tidur dan terbangun di jam yang sama setiap harinya. Pastikan Anda tidur selama 7-9 jam untuk mendapatkan manfaat terbaik.

(asr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |