CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 20:39 WIB
John Herdman pernah terlibat skandal ketika masih berstatus sebagai pelatih Kanada. (Getty Images via AFP/ETHAN MILLER)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tak ada gading yang tak retak, tidak ada orang yang sempurna. Begitu pula dengan John Herdman sang pelatih baru Timnas Indonesia.
Herdman harum di pentas internasional, khususnya di ajang Piala Dunia. Itu pula yang menjadi latar belakang PSSI menunjuk pria 50 tahun asal Inggris sebagai sosok pengganti Patrick Kluivert.
"Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada saat itu dari posisi 77 ke 33 dunia," tulis PSSI soal curriculum vitae Herdman.
Di balik kesuksesan Herdman tersebut, ada cerita lain soal kasus kelam yang melibatkan pelatih anyar skuad Garuda.
Pangkal masalah adalah pada Piala Dunia 2022 dan Olimpiade 2024. Dalam dua ajang itu muncul kasus memata-matai lawan dengan drone atau pesawat nirawak yang melibatkan timnas Kanada.
Pada Piala Dunia 2022, Herdman merupakan pelatih timnas Kanada. Sementara pada Olimpiade 2024, Herdman tidak ada lagi di susunan kepelatihan Kanada. Kendati demikian disinyalir ada pengaruh dari keputusan Herdman pada Piala Dunia dua tahun sebelumnya.
Sebuah Komite Independen menemukan pelanggaran terhadap Kode Disiplin Federasi Sepak Bola Kanada (CSA). Nama Herdman bahkan turut disebut dalam laporan mengenai kasus di Olimpiade 2024.
CSA lantas memecat pelatih tim putri Kanada, Bev Priestman, dan dua asistennya yakni Jasmine Mander dan Joey Lombardi. Selain itu ada pula skorsing satu tahun dari FIFA kepada tiga orang tersebut.
Sementara Herdman yang membantah menggunakan drone untuk melakukan tindakan mata-mata menerima teguran tertulis.
"Sepanjang karier saya, saya telah memimpin dengan integritas, transparansi, dan rasa hormat yang mendalam terhadap permainan. Itu tidak berubah. Saya bekerja sama sepanjang proses, termasuk presentasi yang lengkap dan transparan kepada komite disiplin," kata Herdman saat itu dilansir dari ESPN.
Herdman mengundurkan diri sebagai pelatih Toronto FC pada 29 November. Kepergiannya dikaitkan oleh banyak orang dengan investigasi CSA.
(nva/jal)


















































