Jakarta, CNN Indonesia --
Kecelakaan maut yang melibatkan turis asal Indonesia terjadi di Norwegia dan menewaskan dua perempuan lanjut usia, pada Selasa (27/1).
Melansir situs Harstad Tidende, kepala penanganan kecelakaan Lars-Erik Markussen Solheim mengonfirmasi bahwa dua orang tewas dalam tabrakan maut di jalan E10, wilayah Tjeldsund, Norwegia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua korban tewas merupakan perempuan berusia 70-an tahun yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Harstad.
Sebanyak tujuh orang terlibat dalam insiden itu, sementara lima korban lain dilarikan ke Rumah Sakit Harstad dengan luka cedera serius hingga ringan.
"Kami menerima laporan kecelakaan pada pukul 15.42. Laporan itu mengatakan tampaknya itu adalah tabrakan frontal, ada beberapa orang yang terluka di tempat kejadian dan insiden itu serius," kata Markussen Solheim kepada Harstad Tidende.
CNNIndonesia.com telah menghubungi Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu Heni Hamidah pada Kamis (29/1), tetapi hingga saat ini belum mendapat balasan.
Kecelakaan itu ditetapkan sebagai peringatan tingkat tiga, sehingga layanan darurat dapat dengan cepat melakukan pertolongan pertama. Namun, Markussen menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
"Terlalu dini untuk mengajukan pertanyaan tentang penyebab kecelakaan karena penyelidikan masih berlangsung," kata Markussen.
Tim investigasi kecelakaan dari Administrasi Jalan Raya Norwegia dilaporkan tengah menuju lokasi dan hingga Rabu malam tim melanjutkan pekerjaan investigasi itu.
Manajer operasional kepolisian, Christian Andreassen, menyampaikan bahwa terdapat kemungkinan kuat salah satu kendaraan memasuki jalur berlawanan.
"Tampak sangat mungkin bahwa salah satu kendaraan memasuki jalur berlawanan dan menyebabkan tabrakan frontal," kata Andreassen.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ditemukan indikasi pengemudi berada dalam pengaruh alkohol.
Wali Kota Harstad, Else Marie Stenhaug, menyebut peristiwa ini sebagai sebuah tragedi. Ia mengatakan pemerintah kota telah menyiagakan tim krisis psikososial untuk memberikan pendampingan.
"Sangat tragis ketika kita mengalami kecelakaan lalu lintas dengan korban jiwa. Sekarang kami akan melakukan yang terbaik untuk merawat kerabat dan keluarga serta orang lain yang terkena dampak," kata Stenhaug.
Berdasarkan pantauan jurnalis Harstad Tidende di lapangan, lalu lintas tetap berjalan lancar melalui jalur pengalihan tersebut.
Arus lalu lintas dialihkan melalui Breistrandveien, dengan kondisi jalan dilaporkan bersalju dan dingin.
(rnp/bac)

















































