Kelompok HAM AS Sebut Korban Tewas Demo di Iran Tembus 3000 Orang

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok hak asasi manusia (HAM) di Amerika Serikat (AS) mencatat korban tewas dalam demo di Iran tembus lebih dari 3000 orang.

Dalam rekapitulasi per Jumat (16/1), HRANA mengaku memverifikasi 3.090 kematian, dengan 2.885 orang di antaranya merupakan demonstran.

CNN Indonesia belum bisa memverifikasi laporan ini seiring pembatasan internet yang masih berlangsung sejak 8 Januari dan media-media resmi tak bisa diakses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah warga Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Ibu Kota Teheran selama empat hari terakhir relatif tenang usai pemerintah menindak keras perusuh. Meski drone masih terbang di atas kota, tidak ada tanda-tanda demo besar terjadi.

Seorang warga dari sebuah kota di utara Laut Kaspia juga mengatakan jalanan di daerahnya cukup tenang saat ini.

Kelompok pemantau internet NetBlocks terkini juga melaporkan ada peningkatan konektivitas internet di Iran, meski masih sekitar 2 persen dari tingkat normal.

Beberapa warga Iran di luar negeri mengatakan di media sosial bahwa mereka sudah bisa mengirim pesan kepada saudara atau rekan di Iran pada Sabtu (17/1) pagi.

Iran diguncang demo besar-besaran sejak 28 Desember lalu. Demo mulanya pecah karena krisis ekonomi. Unjuk rasa kemudian meluas menjadi tuntutan perubahan rezim.

Pasukan keamanan Iran bentrok dan menangkap para pedemo usai kerusuhan terjadi, di mana gedung-gedung pemerintah hingga masjid dibakar oleh sejumlah massa.

Menurut HRANA, 22.123 orang ditangkap oleh otoritas Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) sebelumnya mengancam akan mengintervensi, termasuk secara militer, apabila Iran menindak keras warga sipil. Setelah ancaman tersebut, Trump mengatakan Iran batal menghukum gantung para pedemo.

Pemerintah Iran sejak awal menyatakan demo di negaranya telah disusupi dan ditunggangi AS dan Israel. Iran sudah memperingatkan akan meluncurkan serangan antisipasi apabila AS dan Israel ikut campur masalah domestik mereka.

(blq/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |