Korban Tewas Kebakaran Bar Swiss Bertambah Jadi 40 Orang

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 02 Jan 2026 09:15 WIB

Sekitar 40 orang meninggal dunia dan 115 orang terluka dalam insiden kebakaran di bar Swiss pada Rabu (31/12) malam. Sekitar 40 orang meninggal dunia dan 115 orang terluka dalam insiden kebakaran di bar Swiss pada Rabu (31/12) malam. (Foto: AFP/MAXIME SCHMID)

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 40 orang meninggal dunia dan 115 orang terluka dalam insiden kebakaran di bar Swiss pada Rabu (31/12) malam.

Komandan Kepolisian Kanton Valais, Frédéric Gisler, mengatakan banyak korban yang mengalami luka parah dalam peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ledakan yang memicu kebakaran terjadi di bar Le Constellation yang terletak di resor ski mewah di Crans-Montana, Swiss. Insiden terjadi saat bar dipadati pengunjung yang ingin merayakan malam terakhir di 2025 dan menyambut tahun baru.

Menurut dua saksi yang mengatakan kepada media afiliasi CNN, BFMTV, kebakaran disebabkan oleh kembang api yang diletakkan di dalam botol sampanye. Otoritas Swiss menyatakan pihaknya akan menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Jaksa Agung Kanton Valais, Béatrice Pilloud, sempat mengatakan bahwa flashover kemungkinan menjadi penyebab kebakaran di Le Constellation. Flashover merujuk pada peristiwa ketika semua benda di dalam ruangan terbakar nyaris dalam waktu bersamaan.

"Teori utama yang kami prioritaskan adalah flashover yang memicu ledakan cepat. Beberapa saksi telah memberikan kesaksian dan ada sejumlah telepon yang ditemukan untuk dianalisis," kata Pilloud, seperti dikutip CNN.

Berdasarkan pantauan CNN, malam yang mestinya penuh kemeriahan itu kini sunyi senyap. Banyak orang yang datang ke lokasi peristiwa dan meletakkan lilin di sekitar Le Constellation.

Tahirys Dos Santos, seorang pemain sepak bola berusia 19 tahun dari klub sepak bola Prancis FC Metz, termasuk di antara korban luka dalam peristiwa ini. Klubnya menyatakan bahwa Santos mengalami luka bakar parah dan telah diterbangkan ke Jerman untuk menerima perawatan.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum berhasil mengidentifikasi seluruh korban mengingat jumlah korban yang begitu banyak.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |