CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 12:00 WIB
Lempar koin di Air Mancur Trevi, Roma, kini harus bayar tiket masuk. (Plixs/Public Domain)
Jakarta, CNN Indonesia --
Turis yang ingin menjalankan tradisi lempar koin ke Air Mancur Trevi di Roma, Italia, kini harus merogoh kocek lebih dalam saat berkunjung.
Mulai Senin (2/2), Pemerintah Kota Roma resmi memberlakukan biaya masuk sebesar 2 euro atau sekitar Rp34 ribu bagi pengunjung yang ingin melempar koin ke Air Mancur Trevi.
Aturan ini bertujuan untuk mengurai kepadatan turis (overtourism) sekaligus membantu pendanaan pemeliharaan monumen bersejarah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya ini hanya berlaku bagi wisatawan yang ingin menuruni anak tangga batu untuk mendekat ke bibir kolam. Sementara itu, area alun-alun di sekitarnya tetap dapat diakses secara gratis.
Retribusi ini diberlakukan dengan pembagian waktu, yakni hari kerja mulai pukul 11.30 hingga 22.00 waktu setempat. Kemudian di akhir pekan, pukul 9.00 sampai 22.00 waktu setempat.
Pemerintah Kota Roma memberikan pengecualian biaya bagi warga lokal Roma, penyandang disabilitas beserta pendampingnya, serta anak-anak di bawah usia 6 tahun.
Seorang turis asal Argentina, Valentina De Vicentis, menyambut baik aturan ini. "Jumlah orang di sini jadi lebih sedikit, jadi saya rasa ini bagus. Jika terlalu ramai, kita tidak bisa berfoto atau menikmati suasana dalam waktu lama," ujarnya, seperti dilansir Reuters.
Air Mancur Trevi merupakan mahakarya gaya Barok akhir yang selesai dibangun pada 1762. Monumen ini menggambarkan Oceanus, dewa air, dan menjadi ikonik berkat film klasik La Dolce Vita karya Federico Fellini.
Tradisi melempar koin ke dalam kolam dipercaya dapat menjamin seseorang akan kembali lagi ke Roma suatu saat nanti.
Popularitasnya luar biasa, di mana tercatat lebih dari 10 juta orang mengunjungi air mancur ini sepanjang periode Desember 2024 hingga Desember 2025.
Roma bukan satu-satunya yang menerapkan kebijakan ini. Seiring dengan membeludaknya jumlah turis di Italia, sejumlah situs ikonik lainnya juga mulai menarik biaya atau menerapkan sistem serupa.
Seperti Pantheon, situs kuno di Roma yang sudah lebih dulu menarik tiket masuk. Venesia juga menerapkan biaya masuk ke seluruh area kota selama musim puncak liburan.
Selain itu, Verona sekarang telah memberlakukan tiket masuk sementara untuk akses ke balkon yang diasosiasikan dengan kisah Romeo and Juliet.
Langkah Pemkot Roma ini sendiri menjadi babak baru dalam pengelolaan situs warisan dunia di tengah ledakan pariwisata global, yang bukan tak mungkin disusul destinasi lain di dunia.
(wiw)
















































