CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 21:00 WIB
Situs bersejarah di Roma yang misterius, House of Griffins, untuk pertama kalinya bisa dikunjungi publik. (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Jakarta, CNN Indonesia --
Situs bersejarah di Roma, House of the Griffins, untuk pertama kalinya bisa dikunjungi oleh publik. Dengan kemajuan inovasi dan teknologi, bangunan kuno ini bisa dikunjungi secara virtual melalui tur siaran langsung.
House of the Griffins pertama kali dibangun pada abad ke-20, di atas Bukit Palatine. Berdekatan dengan Colosseum, House of Griffins merupakan salah satu rumah zaman Republik Roma.
Pada abad ke-1 M, Kaisar Domitian membangun istana di atas House of the Griffins. Pembangunan istana ini membuat rumah kuno itu terkubur dan tersembunyi di bawah tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, publik dilarang masuk ke dalam situs tua tersebut.
Namun, untuk pertama kalinya, orang-orang yang hidup di era modern bisa melihat wajah asli House of the Griffins, meskipun secara virtual.
Seperti yang dilansir dari Independent, mulai tanggal 3 Maret 2026, setiap hari Selasa akan ada tur siaran langsung yang mengajak penonton mengelilingi seisi rumah.
Dipandu dengan bahasa Inggris dan Italia, kelompok tur dibatasi untuk 12 orang saja. Bagi yang ingin ikut tur, perlu melakukan reservasi dan membayar tiket tambahan di luar biaya masuk Colosseum-Palatine Hill.
Pengunjung tidak benar-benar menapaki kakinya di House of the Griffins. Pengunjung dari atas tanah akan menonton pemandu wisata yang menampilkan seisi rumah melalui smartphone di atas kepalanya. Pemandu akan melakukan siaran langsung dan membacakan narasi.
Pengunjung bisa melihat seperti apa isi dari House of the Griffins yang penuh tanda tanya. Bahkan, para arkeolog juga tidak tahu banyak tentang keluarga yang pernah tinggal di sana.
Namun yang jelas, bisa disimpulkan bahwa keluarga itu kaya raya pada zamannya. Terlihat dari dekorasinya yang elegan khas rumah bangsawan di Pompeii.
Salah satu dekorasi ikoniknya adalah lukisan dinding bermotif marmer palsu dan mosaik lantai 3 dimensi.
Sebagai informasi tambahan, restorasi House of the Griffins ini adalah salah satu dari 10 proyek yang didanai oleh Uni Eropa. Proyek ini juga upaya untuk menyebarkan wisatawan di sana agar tidak menumpuk di Colosseum.
(ana/asr)

















































