Makan Roti Putih Setiap Hari? Waspada 7 Risiko Kesehatan Ini

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Kamis, 05 Feb 2026 06:30 WIB

Roti putih memang praktis, tapi konsumsi setiap hari bisa berdampak pada gula darah, pencernaan, hingga risiko penyakit kronis. Ilustrasi. Meski enak, tapi roti putih atau roti tawar tidak dianjurkan dimakan tiap hari. (Pixabay/PDPics)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Roti putih atau roti tawar biasanya menjadi salah satu pengganjal rasa lapar atau camilan yang ditemani segelas kopi, teh, bahkan susu. Banyak orang juga menambahkan meses atau selai untuk menikmati roti putih.

Roti putih sangat mudah ditemukan di supermarket maupun minimarket terdekat. Namun, bolehkah makan roti putih setiap hari? Ketahui risiko kesehatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Risiko kesehatan makan roti putih setiap hari

Roti putih terbuat dari tepung olahan dan relatif tinggi karbohidrat serta kalori. Namun, roti putih rendah serat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Mengutip Very Well Health, roti tawar termasuk makanan olahan dengan tekstur lebih halus dan ringan dibandingkan jenis roti lainnya. Roti ini juga mengandung gula tinggi dan minim nutrisi.

Tak heran, masa simpan roti tawar lebih lama dibandingkan roti gandum utuh. Lantas, bagaimana dampaknya jika makan roti putih setiap hari? Berikut sejumlah risikonya:

1. Meningkatkan gula darah dan risiko diabetes

Roti putih merupakan sumber karbohidrat yang tinggi gula. Tubuh memecahnya dengan cepat untuk menghasilkan energi, sehingga memicu lonjakan gula darah.

Saat tubuh memecah karbohidrat, zat ini diubah menjadi glukosa dan meningkatkan kadar gula darah. Setelah itu, gula darah akan turun dengan cepat, membuat tubuh merasa lesu dan lelah.

Jika roti putih dikonsumsi secara rutin, risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2 pun meningkat.

Sebagai alternatif, pilih roti dengan karbohidrat kompleks dan serat tinggi seperti roti gandum utuh. Jenis roti ini dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah setinggi roti putih.

2. Rendah serat dan berdampak pada kesehatan usus

Biji-bijian utuh mengandung serat dan nutrisi penting untuk mendukung kesehatan usus. Namun, proses pengolahan pada roti putih telah menghilangkan sebagian besar nutrisi tersebut, sehingga manfaatnya bagi pencernaan menjadi minim.

Gandum memiliki tiga komponen utama, yakni dedak, kecambah, dan endosperma. Dalam proses pembuatan roti putih, dedak dan kecambah dihilangkan, sehingga hanya menyisakan endosperma. Akibatnya, serat, vitamin, dan mineral turut berkurang.

Padahal, serat berfungsi menstabilkan kadar gula darah, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta melancarkan pencernaan. Karena kandungan seratnya rendah, roti putih kurang mendukung kesehatan saluran cerna.

3. Meningkatkan risiko obesitas

Mengonsumsi roti putih setiap hari dapat memicu obesitas. Pasalnya, sepotong roti putih mengandung sekitar 73 kalori.

Karena rendah serat dan protein, roti putih tidak memberikan rasa kenyang yang cukup jika hanya dimakan satu potong. Akibatnya, seseorang cenderung mengonsumsi roti dalam jumlah lebih banyak untuk merasa kenyang.

Ilustrasi Roti TawarIlustrasi. Roti putih atau roti tawar. (Istockphoto/StockPhotosArt)

4. Menyebabkan sembelit

Mengutip Eat This, Not That, roti putih dapat menyebabkan sembelit karena proses pembuatannya menghilangkan serat dari dedak dan kecambah gandum.

Dedak gandum mengandung serat tidak larut yang bergerak melalui saluran pencernaan tanpa perlu dipecah atau diserap. Serat ini membantu memperlancar proses pencernaan. Tanpa kandungan tersebut, risiko sembelit pun meningkat.

5. Memicu jerawat

Konsumsi roti putih setiap hari juga berisiko memicu jerawat, yang berkaitan dengan indeks glikemik (GI) roti putih yang tinggi.

Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), studi kecil menunjukkan bahwa diet rendah GI dapat membantu mengurangi jumlah jerawat. Hal ini berkaitan dengan berkurangnya lonjakan gula darah.

Lonjakan gula darah dapat merangsang produksi sebum berlebih, membuat kulit lebih berminyak. Selain itu, kondisi ini juga memicu peradangan dalam tubuh yang berkontribusi pada munculnya jerawat.

6. Meningkatkan risiko stroke

Studi yang diterbitkan di British Medical Journal menunjukkan bahwa konsumsi biji-bijian olahan dalam jumlah tinggi, seperti roti putih, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan serangan jantung.

Disebutkan, mereka yang mengonsumsi lebih dari tujuh porsi biji-bijian olahan per hari memiliki risiko stroke hingga 47 persen lebih tinggi.

7. Menyebabkan hiperglikemia

Makan roti putih setiap hari dapat memicu kenaikan kadar gula darah dan menyebabkan hiperglikemia. Kondisi ini berisiko menimbulkan berbagai komplikasi jangka panjang, seperti penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf (neuropati), hingga gagal ginjal.

Roti putih memiliki indeks glikemik tinggi sehingga melepaskan glukosa dengan cepat ke dalam darah. Sebaliknya, makanan dengan indeks glikemik rendah melepaskan glukosa secara perlahan sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Jadi, masih ingin mengonsumsi roti putih setiap hari? Pertimbangkan kembali risikonya demi kesehatan jangka panjang. Semoga bermanfaat.

(glo/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |