Malam Takbiran, Ini Bacaan Takbir Idul Adha Sesuai Tuntunan Islam

2 hours ago 6

CNN Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 15:00 WIB

Lafaz takbiran Idul Adha. Ilustrasi. Lafaz takbiran Idul Adha. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan melakukan bacaan takbir. Berikut lafaz takbiran Idul Adha, lengkap beserta Arab, latin, dan artinya.

Takbir sendiri merupakan kalimat pujian kepada Allah SWT dengan ucapan 'Allahu Akbar' yang berarti 'Allah Maha Besar'. Takbiran menjadi bentuk syiar agama Islam yang menggema dari masjid ke masjid sebagai ungkapan kebesaran Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.

Dalam menyambut hari raya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak takbir sebagai wujud rasa syukur. Pada malam sebelum Idul Adha, suasana biasanya dipenuhi lantunan takbir yang meriah.Kegiatan ini juga dikenal sebagai 'malam takbiran' di Indonesia.

Selain itu, takbir menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam mengagungkan Allah SWT. Dikutip dari berbagai sumber, berikut bacaan takbiran Idul Adha sesuai tuntunan Islam.

Bacaan takbiran Idul Adha singkat

Takbir yang singkat merupakan gabungan kalimat takbir, tahlil, dan tahmid.

اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُو ِللهِ الحَمْد

Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaah ilhamd

Artinya:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."

Bacaan takbiran Idul Adha panjang

 Rhythm of Fountain' di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Jakarta, Jumat, 20 Maret 2026. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Ilustrasi. Bacaan takbiran Idul Adha. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

اللهُ اكبَرْ كبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا، لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه، مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن، وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون، وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن، وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن، لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه، صَدَق ُوَعْدَه، وَنَصَرَ عبْدَه، وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه، لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ و ِللهِ الحَمْ

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu AkbarLaa ilaaha illallaahu wallahu Akbar Allahu Akbar wa lillaah ilhamd. Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu AkbarAllahu Akbar kabiiraa, walhamdulillaahi katsira, wa subhaanallahi bukrataw-wa ashillaa.

Laa ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu mukhlishina lahuddiin walau karihal kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun.

Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa a'azza jundahu, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaha illallaahu wallahu Akbar. Allahu Akbar wa Lillaahil-hamd.

Artinya:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya bagi Allah.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya.

Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafik, dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke-Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah."

Waktu mengumandangkan takbiran Idul Adha

Pelaksanaan takbir memiliki waktu tertentu yang telah dijelaskan dalam kajian fiqih. Dalam perayaan Idul Adha, terdapat dua jenis takbir yang perlu diketahui, yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir Mursal

Takbir ini dimulai sejak matahari terbenam pada malam Idul Adha hingga imam memulai salat Id. Takbir ini dapat dikumandangkan kapan saja dan di mana saja selama tidak bersamaan dengan waktu salat fardu.

Takbir Muqayyad

Takbir ini dimulai sejak salat Subuh pada 9 Zulhijah (hari Arafah) hingga Asar pada 13 Zulhijah (hari Tasyrik terakhir). Biasanya dikumandangkan setelah salat fardu.

Dengan demikian, takbiran Idul Adha dapat berlangsung cukup panjang dan menjadi rangkaian ibadah yang berkesinambungan hingga hari tasyrik berakhir.

(gas/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |