Respons Negara Arab-Islam yang Diminta Trump Buka Relasi ke Israel

2 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Donald Trump meminta sejumlah negara Arab dan Muslim untuk menjalin hubungan dengan Israel jika Amerika Serikat dan Iran berhasil mencapai kesepakatan mengakhiri perang.

Trump mengatakan memediasi negara-negara Arab dan Muslim untuk menormalisasi hubungan dengan Israel lewat Abraham Accords merupakan pencapaian berikutnya yang ia ingin raih setelah perang AS-Iran berakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada Axios, dua pejabat AS menuturkan permintaan normalisasi dengan Israel itu muncul kala Trump bertelepon dengan sejumlah pemimpin negara Arab dan Muslim pada Sabtu (23/5) saat membahas perundingan yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump membeberkan beberapa pemimpin Arab dan negara Muslim yang berkomunikasi dengannya yakni Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Qatar Ali al-Thawadi, Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Raja Yordania Abdullah II of Jordan, dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa.

Menurut Axios, Trump terutama mengincar kesepakatan normalisasi yang bersejarah antara Arab Saudi dan Israel. Namun situasi politik kawasan saat ini serta pemilu Israel yang akan datang membuat terobosan dalam waktu dekat menjadi sangat sulit.

"Saya menyatakan bahwa setelah seluruh upaya yang dilakukan Amerika Serikat untuk menyatukan teka-teki yang sangat rumit ini, maka seharusnya menjadi kewajiban bagi seluruh negara tersebut untuk, setidaknya secara bersamaan, menandatangani Abraham Accords," ucap Trump dalam unggahan di Truth Social.

Abraham Accords adalah serangkaian kesepakatan diplomatik yang dimediasi oleh Amerika bagi negara-negara Arab yang mau menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pada 2020, UEA dan Bahrain menjadi bagian dari negara-negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords.

Dari pemimpin negara-negara yang melakukan panggilan telepon dengan Trump tersebut, Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan lah yang belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Negara-negara yang dimaksud adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (yang sudah menjadi anggota!), Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain (yang juga sudah menjadi anggota!). Mungkin ada satu atau dua negara yang memiliki alasan untuk tidak melakukannya, dan itu akan diterima, tetapi sebagian besar negara seharusnya siap, bersedia, dan mampu menjadikan penyelesaian dengan Iran ini sebagai peristiwa yang jauh lebih bersejarah dibandingkan yang seharusnya terjadi," ujar Trump lagi dalam unggahannya.

Sementara itu, Yordania, Turki, dan Mesir sudah jauh bertahun-tahun lebih dulu menjalin hubungan dengan Israel tanpa melalui Abraham Accords.

Bagaimana jawaban Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan? Baca di halaman berikutnya >>>

Add as a preferred
source on Google

Bagaimana Jawaban Negara yang Diminta Trump Jalin Relasi dengan Israel? BACA HALAMAN BERIKUTNYA


Read Entire Article
| | | |