Jakarta, CNN Indonesia --
Kiper Argentina Emiliano Martinez mengungkapkan kesedihannya setelah tim Tango gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026 usai kalah 0-1 dari Spanyol pada partai final.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Martinez mengaku sangat terpukul dengan hasil tersebut.
"Aku bermimpi kita akan memenangkannya lagi, aku bermimpi membawanya kembali ke Argentina dan membuat sejarah sekali lagi," kata Martinez dikutip dari Instagram pribadinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya, rasa sakit ini sulit dijelaskan. Ada banyak hal yang perlu direnungkan dan bagaimana melangkah maju, dan apakah sudah waktunya untuk mundur."
"Aku sangat menyesal, aku benar-benar telah berusaha sebaik mungkin untuk membantu negaraku dan rekan-rekan setimku," ucap Martinez menambahkan.
Di balik kekalahan Argentina, penampilan Emiliano Martinez justru mendapat banyak sorotan positif di laga final Piala Dunia 2026.
Penjaga gawang Aston Villa itu tampil gemilang sepanjang pertandingan final dan menjadi alasan Argentina mampu bertahan hingga babak tambahan waktu.
Spanyol tampil dominan dengan mencatatkan 17 tembakan, termasuk 12 yang mengarah tepat ke gawang. Dari seluruh peluang tersebut, Martinez hanya sekali dipaksa memungut bola dari gawangnya, yakni saat Ferran Torres mencetak gol kemenangan pada menit ke-106.
Selain gol tersebut, Martinez berkali-kali menggagalkan peluang emas La Furia Roja. Ia melakukan penyelamatan penting dari sundulan dan tembakan Nico Williams, menggagalkan peluang Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, Alex Baena, hingga menepis tendangan jarak jauh Pau Cubarsi.
Kiper berusia 33 tahun itu juga menunjukkan refleks luar biasa saat menghalau tendangan bebas Lamine Yamal di penghujung waktu normal. Sebelumnya, ia lebih dulu menggagalkan sundulan Ferran Torres sebelum akhirnya tak mampu membendung tembakan sang penyerang di babak tambahan.
Penampilan impresif Martinez membuat Argentina terhindar dari kekalahan dengan skor lebih besar. Tanpa sederet penyelamatan pentingnya, Albiceleste berpotensi sudah tertinggal telak sejak waktu normal.
(rhr)
Add
as a preferred source on Google


















































