CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 19:30 WIB
Ilustrasi. Meja kerja yang berantakan sering kali justru mencerminkan ciri kepribadian tertentu, bukan sekadar tanda kemalasan seperti yang selama ini dipercaya. (iStockphoto/SilviaJansen)
Jakarta, CNN Indonesia --
Meja kerja yang berantakan sering kali justru mencerminkan ciri kepribadian tertentu, bukan sekadar tanda kemalasan seperti yang selama ini dipercaya.
Banyak orang mengaitkan ruang kerja yang rapi dengan pikiran yang teratur. Sementara itu, kekacauan dianggap sebagai cerminan ketidakteraturan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Kondisi meja kerja rapi atau berantakan lebih mencerminkan gaya berpikir dan cara seseorang bekerja, bukan langsung menentukan tingkat kecerdasan atau produktivitasnya.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang memiliki meja kerja berantakan.
1. Tidak terpaku pada aturan
Seperti dikutip dari Your Tango, orang dengan meja kerja berantakan cenderung tidak terlalu terikat pada norma atau kebiasaan umum yang berlaku. Mereka lebih nyaman bekerja dengan cara sendiri, meskipun terlihat tidak normal di mata orang lain.
Orang yang tidak terlalu peduli dengan kerapian biasanya lebih berani keluar dari kebiasaan tersebut dan memilih cara yang menurut mereka paling efektif.
2. Memiliki pola pikir mendalam
Meja kerja yang terlihat berantakan sering kali mencerminkan proses berpikir yang kompleks. Orang dengan gaya ini cenderung fokus pada hal-hal yang dianggap penting, sementara hal lain dibiarkan menumpuk.
Dalam buku A Perfect Mess oleh Eric Abrahamson dan David H. Freedman dijelaskan bahwa tumpukan barang di meja kerja sebenarnya memiliki cara tersendiri. Pekerjaan yang penting biasanya diletakkan di bagian yang mudah dijangkau, sementara yang kurang penting tersingkir dengan sendirinya.
3. Lebih kreatif
Sebuah penelitian Universitas Minnesota oleh Kathleen Vohs menunjukkan bahwa orang yang berada di ruangan berantakan mampu menghasilkan ide yang lebih inovatif dibandingkan mereka yang berada di ruangan rapi.
Menurut Vohs, kondisi yang tidak terstruktur mendorong seseorang untuk keluar dari pola pikir lama dan menghasilkan gagasan baru. Sementara itu, lingkungan yang rapi cenderung membuat seseorang lebih berhati-hati dan mengikuti cara yang sudah ada.
4. Fokus pada tujuan
Alih-alih memperhatikan detail kecil seperti kerapian meja, orang dengan ruang kerja berantakan cenderung lebih fokus pada tujuan utama atau gambaran besar dari pekerjaan mereka.
Mereka mengalokasikan energi untuk menyelesaikan tugas penting daripada menghabiskan waktu merapikan hal-hal yang dianggap tidak mendesak. Bagi mereka, produktivitas lebih penting daripada tampilan.
5. Menandakan pekerjaan sedang berlangsung
Mengutip dari Business News Daily, meja kerja yang berantakan juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang fokus pada proyek tertentu. Tumpukan dokumen atau barang menunjukkan bahwa ada banyak hal yang sedang dikerjakan secara bersamaan.
Dalam hal ini, meja yang berantakan bukan berarti tidak terorganisir, melainkan bagian dari proses kerja yang sedang dilakukan.
Meski memiliki sejumlah kelebihan, meja kerja yang terlalu berantakan juga dapat menimbulkan masalah. Kondisi yang terlalu kacau bisa mengganggu fokus, menimbulkan stres, dan menyulitkan koordinasi dengan orang lain, terutama di lingkungan kerja bersama.
Sebaiknya tetap menjaga keseimbangan antara kerapian dan kebebasan. Lingkungan kerja yang nyaman adalah yang mampu mendukung produktivitas sekaligus sesuai dengan gaya kerja masing-masing orang.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google

















































