Michael Saylor, Investor Jumbo Bitcoin Berharta Rp85 T

6 hours ago 12

Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa waktu lalu, muncul perkiraan posisi Elon Musk sebagai orang terkaya sejagat raya terancam direbut Michael Saylor.

Saylor adalah miliarder asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai pendiri Strategy, yang dulu bernama MicroStrategy. Ini adalah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang perangkat lunak analitik data dan business intelligence (BI).

Bisnis utama Strategy adalah membuat software yang membantu perusahaan menganalisis data dalam jumlah besar untuk pengambilan keputusan bisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Produk mereka dipakai untuk membuat dashboard data perusahaan, menganalisis penjualan dan keuangan, memantau performa bisnis secara real time, mengolah data pelanggan, hingga mendukung strategi pemasaran dan operasional.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Strategy jauh lebih terkenal sebagai investor Bitcoin. Perusahaan sangat agresif membeli bitcoin sebagai aset. Kas perusahaan bahkan utang dipakai untuk membeli Bitcoin dalam jumlah besar.

Bahkan, Strategy tercatat sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Hal ini berdasarkan data BitcoinTreasuries.net, situs pemantau kepemilikan Bitcoin yang secara rutin mencatat jumlah Bitcoin yang dimiliki perusahaan-perusahaan publik dunia.

BitcoinTreasuries.net melaporkan per Mei 2026, kepemilikan Bitcoin Strategy sekitar 818 ribu koin, jauh melampaui perusahaan lain.

Nah, gara-gara kepemilikan Bitcoin super jumbo Startegy itu Saylor diramal bisa menyalip Elon Musk soal jumlah harta. Veteran dunia kripto, Samson Mow, memprediksi kekayaan Saylor bakal melewati Bos Tesla jika harga Bitcoin tembus US$4,2 juta per koin.

Hitung-hitungan Mow berdasarkan kepemilikan pribadi Saylor yang tembus 17.732 Bitcoin yang dibuka dalam pengungkapan publik terakhirnya.

Ditambah lagi kepemilikan Bitcoin di Strategy. Sebagai informasi, Saylor memegang sekitar 9,9 persen saham Strategy. Mei ini, perusahaan tersebut tercatat punya 818.869 Bitcoin.

Namun, tak semua pakar kripto sepakat dengan Mow. Analisisnya dinilai lebih berdasarkan asumsi. Perhitungan soal komparasi kekayaan Saylor dan Musk dinilai luput menghitung pertumbuhan kekayaan bersih Musk di masa depan dari proyek-proyek ambisius, termasuk Dyson Swarm.

Forbes memperkirakan kekayaan Saylor sekitar US$4,8 miliar atau setara Rp85 triliun (asumsi kurs Rp17.698. Sementara, harga Musk diprediksi tembus US$827,7 triliun atau sekitar Rp14.637 triliun.

Michael Saylor lahir pada 4 Februari 1965 di Lincoln, Nebraska, AS. Ayahnya adalah perwira senior angkatan udara (AU). Masa kecilnya dihabiskan di berbagai pangkalan AU AS di seluruh dunia.

Pada 1983, Saylor berkuliah di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan beasiswa penuh Air Force Reserve Officers' Training Corps (ROTC).

Ia belajar di dua jurusan sekaligus, yakni teknik aeronautika dan astronautika (aeronautics and astronautics), yang berkaitan dengan teknologi pesawat dan luar angkasa dan sejarah sains (history of science).

Di MIT, Saylor bergabung dengan organisasi persaudaraan mahasiswa Theta Delta Chi, di mana ia berkenalan dengan Sanju Bansal yang kelak menjadi rekan pendiri MicroStrategy.

Sayang, Saylor gagal menjadi pilot karena terganjal masalah medis. Ia lantas bekerja di perusahaan konsultan The Federal Group dan fokus pada pemodelan simulasi komputer untuk perusahaan integrasi software pada 1987.

Setahun kemudian, Saylor menjadi konsultan internal di DuPont. Ia mengembangkan model komputer untuk membantu perusahaan memprediksi perubahan pasar.

Dari tabungan gajinya di DuPont, Saylor dan Sanju Bansal mendirikan MicroStrategy pada 1989. Semula, perusahaan ini perangkat lunak data mining.

Seiring berjalannya bisnis, MicroStrategy fokus menggarap software business intelligence. Pada 1992, MicroStrategy mendapat kontrak US$10 juta dari McDonald's untuk membuat aplikasi analisis efektivitas promosi perusahaan.

Pada 1998, Saylor membawa MicroStrategy melantai di bursa saham, dengan penawaran saham perdana sebanyak 4 juta lembar di harga US$12 per saham. Harga sahamnya langsung melesat dua kali lipat pada hari pertama perdagangan.

Pada 1996, KPMG menobatkannya sebagai "Washington High-Tech Entrepreneur of the Year".

Setahun kemudian, Ernst & Young memilihnya sebagai "Software Entrepreneur of the Year". Selain itu, MIT Technology Review juga memasukkannya dalam daftar "Innovator Under 35" pada 1999.

Selain memimpin bisnis, Saylor juga menulis buku. Yang paling populer adalah judul The Mobile Wave: How Mobile Intelligence Will Change Everything. Karya ini masuk daftar best seller The New York Times.

Ia juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan dengan meluncurkan platform Saylor.org pada 2008 sebagai inisiatif pendidikan gratis.

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
| | | |