CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 23:30 WIB
Ilustrasi. Pada dasarnya, vagina memang punya aroma alami dan tidak harus wangi seperti parfum. (iStock/Moussa81)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bau amis pada miss V bisa membuat khawatir, apalagi jika aromanya terasa tajam atau muncul bersama keputihan yang tidak biasa.
Pada dasarnya, vagina memang punya aroma alami dan tidak harus wangi seperti parfum. Vagina yang sehat justru tak harus tanpa bau sama sekali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab vagina berbau tak sedap
Yang perlu diperhatikan adalah ketika bau amis muncul kuat, tidak kunjung hilang, atau disertai gatal, perih, nyeri, dan keputihan berwarna abu-abu, kuning, hijau, atau berbusa. Kondisi seperti ini bisa menandakan gangguan keseimbangan bakteri atau infeksi yang perlu diperiksa.
Berikut beberapa penyebab miss V bau dan cara mengatasinya.
1. Bacterial vaginosis
Bau amis yang kuat, terutama jika disertai keputihan putih keabu-abuan, bisa menjadi tanda bacterial vaginosis atau BV.
Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC), BV terjadi ketika keseimbangan bakteri alami di vagina terganggu. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kebiasaan bilas dengan produk tertentu, tidak memakai kondom, atau memiliki pasangan seksual baru maupun lebih dari satu.
NCBI juga menyebut BV paling sering muncul dengan keluhan keputihan yang meningkat dan bau seperti ikan.
2. Vaginitis atau peradangan vagina
Bau tidak sedap juga bisa muncul karena vaginitis, yaitu peradangan pada vagina. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk BV, infeksi jamur, atau infeksi menular seksual tertentu.
Menukil laman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), vaginitis dapat menyebabkan gatal, rasa terbakar, bau tidak sedap, atau keputihan dalam jumlah banyak.
Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, pengobatannya juga tidak selalu sama. Karena itu, bau yang disertai gatal, perih, atau keputihan tidak biasa sebaiknya diperiksa.
3. Perubahan karena haid, keringat, atau seks
Tidak semua bau vagina berarti infeksi. Aroma vagina bisa berubah setelah berhubungan seksual, saat menstruasi, setelah olahraga, atau ketika tubuh banyak berkeringat.
Dalam kondisi seperti itu, bau biasanya tidak terlalu menyengat dan tidak disertai keluhan lain. Menjaga area luar vagina tetap bersih dan kering biasanya sudah cukup membantu.
4. Penggunaan produk pewangi vagina
Banyak orang memakai sabun pewangi atau vaginal deodorant karena ingin miss V terasa lebih bersih dan wangi. Padahal, cara ini justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri alami vagina.
Jika bau vagina muncul tanpa gejala lain, biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Penggunaan produk seperti deodoran vagina justru dapat membuat bau semakin buruk dan memicu iritasi.
Bau tidak sedap yang disertai keputihan berubah warna, nyeri, luka, perih saat buang air kecil, atau nyeri saat berhubungan seksual perlu diperiksa.
Bau yang menetap dan tidak sedap, terutama jika disertai keputihan, bisa menjadi tanda vaginitis. Beberapa kondisi seperti trikomoniasis, gonore, atau klamidia juga dapat menimbulkan keluhan pada vagina.
Cara mengatasi miss V bau
Setidaknya ada beberapa cara alami untuk mengatasi miss V yang berbau tak sedap. Berikut di antaranya.
1. Hindari pewangi vagina
Jangan langsung memakai pewangi vagina, vaginal deodorant, atau produk yang dimasukkan ke dalam vagina. Produk seperti ini bisa memicu iritasi dan mengganggu keseimbangan bakteri baik.
2. Bersihkan area luar saja
Cukup bersihkan bagian luar vagina atau vulva dengan air bersih. Tidak perlu membersihkan bagian dalam vagina karena area ini punya mekanisme pembersihan sendiri. Hindari produk yang membuat kulit kering atau iritasi.
3. Pilih pakaian dalam yang nyaman
Ilustrasi. Menggunakan pakaian dalam yang tepat bisa membantu mencegah vagina berbau tak sedap. (iStockphoto/Olga Vaskevich)
Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Ganti setelah olahraga atau banyak berkeringat, karena area yang lembap bisa membuat aroma lebih kuat.
4. Periksa jika bau tidak hilang
Jika bau amis atau menyengat tidak kunjung hilang, apalagi disertai keputihan tidak biasa, segera periksa ke dokter. BV dapat ditangani dengan antibiotik sesuai diagnosis tenaga kesehatan.
Mengutip dari Mayo Clinic, pemeriksaan diperlukan jika bau vagina terasa tidak biasa atau tidak hilang, terutama bila disertai gatal, rasa terbakar, iritasi, atau keputihan.
Segera periksa jika bau miss V terasa amis atau busuk, keputihan berwarna abu-abu, kuning, hijau, atau berbusa, muncul gatal dan perih, nyeri saat buang air kecil, nyeri panggul, perdarahan di luar haid, luka, ruam, atau benjolan.
(anm/asr)
Add
as a preferred source on Google


















































