Mobil Listrik BYD Jadi Murah Setelah Dirakit di Pabrik Subang?

4 hours ago 1

Subang, CNN Indonesia --

BYD Motor Indonesia menjelaskan harga mobil mereka yang diproduksi di dalam negeri tidak lantas menjadi lebih murah dari unit versi impornya.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menuturkan transisi perusahaan dari pengimpor menjadi produsen lokal didukung mekanisme kebijakan fiskal agar perpindahannya mulus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada insentif dengan kompensasi investasi, sehingga membuat struktur fiskalnya itu sama, impor dan produksi sini. Artinya berarti tidak ada perubahan," ucap Luther usai peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).

BYD adalah salah satu dari enam peserta program insentif impor mobil listrik CBU yang dijalankan pemerintah. Hingga Desember 2025, BYD bisa mengimpor mobil listrik dengan insentif berupa bea masuk 0 persen dari seharusnya 50 persen dan PPnBM 0 persen dari seharusnya 15 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syarat besar yang harus dipenuhi BYD dan peserta lainnya yaitu memproduksi lokal mobil listrik dengan jumlah sama seperti volume impor. Produksi ini wajib dilakukan mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027.

Menurut Luther selama masa insentif diberikan BYD sudah mengimpor sekitar 92 ribu mobil listrik ke Indonesia.

Harga

Luther menyampaikan komponen utama pembentuk harga mobil listrik seharusnya adalah volume produksi dan penjualan.

"Kalau berbasis produksi tapi kita enggak dapat volumenya, juga akan malah menciptakan harga yang jauh lebih mahal," ujar dia.

"Nah, makanya sekarang kita konsentrasi sekali untuk mengoptimalkan nih produksi yang kita miliki, apalagi ini kapasitas bisa sampai 150.000 unit (per tahun)," katanya lagi.

Pabrik BYD di Subang saat ini sudah memproduksi mobil listrik Atto 1 dan mobil hybrid M6 DM. Pada tahun ini juga sudah disiapkan memproduksi mobil listrik M6 EV dan Denza D9.

Setelah pabrik mulai ngebul BYD memastikan menyetop impor semua model. Unit-unit impor yang sudah masuk akan dibiarkan terserap konsumen hingga habis dan tak akan ditambah.

(fea/mik)

Read Entire Article
| | | |