Museum Nasional Siap Gelar Pameran Khusus Rayakan Pulangnya 'Java Man'

8 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki usia ke-247 tahun, Museum Nasional Indonesia (MNI) terus memperkokoh perannya bukan sekadar sebagai penyimpan memori bangsa, melainkan sebagai institusi dinamis yang mengelola warisan arkeologi, sejarah, etnografi, hingga numismatika.

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan transformasi MNI dari institusi peninggalan kolonial Belanda menjadi pusat rujukan identitas nasional yang modern.

Salah satu momentum paling dinanti pada tahun 2026 adalah kepulangan fosil Java Man alias Homo erectus. Temuan revolusioner dokter militer Belanda, Eugene Dubois, di tepian Bengawan Solo, Desa Trinil, Ngawi pada tahun 1891-1892 ini akhirnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Java Man merupakan fosil manusia purba pertama yang pernah ditemukan di dunia dan menjadi bukti kunci dalam teori evolusi transisi manusia.

Proses repatriasi yang telah diperjuangkan sejak masa penyerahan kedaulatan RI ini akhirnya tuntas pada akhir 2025 lalu. MNI tidak hanya menerima kembali fosil Java Man, tetapi juga memboyong sekitar 28.000 spesimen fosil lainnya dari koleksi Dubois yang selama ini tersimpan di Belanda.

Koleksi masif tersebut mencakup fosil manusia purba Homo erectus dan Homo sapiens awal. Kemudian fosil hewan purba seperti Gajah purba (Stegodon), Kuda Nil purba (Hexaprotodon sivalensis), hingga Rusa (Axis lydekkeri).

Kehadiran ribuan spesimen ini akan menempatkan MNI sebagai pusat penelitian global terkait Paleontologi dan sejarah evolusi manusia.

Keberhasilan repatriasi ini juga menuntut tanggung jawab besar bagi MNI untuk mengelola koleksi dengan standar museum internasional.

Sebagai perayaan atas kembalinya harta karun arkeologi ini, MNI menjadwalkan sebuah pameran khusus pada semester pertama 2026.

Guna meningkatkan daya tarik dan relevansi bagi generasi muda, MNI juga tengah menyiapkan rangkaian pameran terbaru dengan sentuhan teknologi modern. Salah satu strategi unggulannya adalah pengembangan pameran imersif.

Konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan pendekatan berbasis teknologi, museum diharapkan mampu menjawab ekspektasi publik terhadap ruang pembelajaran yang adaptif, kompetitif secara global, namun tetap edukatif.

Mulai tahun 2026, pengunjung MNI akan merasakan kenyamanan ekstra melalui pembenahan fasilitas fisik. Salah satu perubahan paling signifikan adalah perluasan area tanpa tiket yang kini mencapai lebih dari dua kali lipat dari luasan sebelumnya.

Jika sebelumnya area gratis terbatas pada taman depan, kini pengunjung dapat mengakses sejumlah titik tanpa harus memiliki tiket, antara lain, Hall Majapahit, kantin ber-AC dan basement, halaman dalam serta masjid, ada juga Taman Depan Gedung A dan Gedung B.

Perluasan area publik ini memungkinkan keluarga dan rombongan pengunjung untuk bersantai di bangku istirahat yang tersedia tanpa harus terpapar cuaca panas atau hujan, menciptakan lingkungan museum yang lebih ramah bagi semua kalangan.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |