Netanyahu Bilang ke Trump Ogah Patuhi Kesepakatan Damai AS-Iran

3 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Israel tak akan mematuhi kesepakatan damai AS dan Iran.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada CNN bahwa Netanyahu menyampaikan hal itu langsung kepada Trump usai AS dan Iran meneken nota kesepahaman (MoU) pada Rabu (17/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu disebut percaya bahwa tak akan ada kesepakatan final yang tercapai antara AS dan Iran. Ia meyakini Teheran tidak akan sudi menerima batasan untuk program nuklirnya.

Menurut pejabat yang sama, Netanyahu juga berusaha memengaruhi proses negosiasi AS-Iran. Sang PM disebut berupaya terlibat penuh menggunakan tokoh media sayap kanan dan senator yang dekat dengannya agar Trump bisa ditekan.

Sejauh ini, kantor Netanyahu belum berkomentar soal tindakan sang PM.

AS dan Iran meneken nota kesepahaman pada Rabu, yang menjadi cikal bakal perjanjian damai kedua negara.

MoU itu diteken Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dari jarak jauh. Trump menandatanganinya di Prancis, sedangkan Pezeshkian di Iran.

Penandatanganan MoU semula direncanakan dilakukan di Swiss pada Jumat (19/6).

MoU AS-Iran berisi 14 poin kesepakatan, salah satunya komitmen untuk menghentikan pertempuran di semua front, termasuk di Lebanon.

Israel sejak awal tak setuju dengan klausul ini dan menegaskan akan terus menyerang Lebanon selatan guna membasmi kelompok milisi Hizbullah.

Pada Kamis, setelah MoU diteken, Israel masih terus menyerang Lebanon selatan hingga menewaskan sedikitnya satu orang.

Berdasarkan MoU, AS dan Iran mesti menahan diri dari konflik selama 60 hari karena pada waktu tersebut kedua negara mesti bernegosiasi untuk merumuskan kesepakatan final yang mengarah pada perdamaian.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |