Trump: Cadangan Minyak AS Habis 4 Pekan Lagi Tanpa Deal dengan Iran

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan cadangan minyak akan habis dalam waktu satu bulan jika jalur pelayaran global Selat Hormuz tak dibuka.

Trump tak menjelaskan dengan rinci cadangan minyak siapa yang dimaksud apakah AS atau global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cadangan (minyak) kami akan habis dalam waktu empat pekan," kata Trump soal nota kesepahaman (MoU) dengan Iran, dikutip The Hill, Rabu (17/6).

Dia lalu berujar, "Anda tahu, ada cadangan di seluruh dunia, dan kita akan benar-benar kehabisan, dan akan ada saatnya kita tidak bisa mendapatkannya lagi."

Trump menyampaikan pernyataan itu di sela konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 di Prancis yang digelar pada 15-17 Juni.

Lebih lanjut, Trump mengatakan akan terjadi "kekacauan" jika minyak habis.

"Kesepakatan Iran ini memungkinkan kapal-kapal itu untuk berlayar," ungkap Trump.

"Jika kita terus membom, kapal-kapal itu tidak akan berlayar," imbuh dia.

Pernyataan Trump muncul usai dia dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian meneken MoU pada Rabu di lokasi masing-masing, tanpa pertemuan langsung.

MoU itu mencakup penghentian perang hingga pembukaan Selat Hormuz yang ditutup sejak awal Maret imbas operasi yang diciptakan AS-Israel.

Perang dan penutupan Selat Hormuz membuat jalur distribusi minyak global terganggu di tengah pasokan yang kian menipis.

Sebelum perang, sekitar seperlima konsumsi minyak dunia mengalir melalui Selat Hormuz.

Pada Mei lalu, organisasi negara-negara konsumen minyak Badan Energi Internasional (IEA) mewanti-wanti penurunan cadangan minyak.

Kepala IEA Fatih Birol mengatakan perang dan penutupan Selat Hormuz membuat persediaan cadangan minyak hanya sampai untuk beberapa pekan.

IEA juga memperingatkan permintaan minyak akan melebihi pasokan tahun ini.

Di awal perang, AS dan negara-negara IEA lain mengumumkan akan melepas minyak cadangan strategis mereka, sehingga persediaan pasar bertambah 400 juta barel.

AS lalu menyatakan akan melepas 172 juta barel dari cadangan strategisnya. Pelepasan ini dijadwalkan akan terjadi selama periode 120 hari.

Pada saat itu, cadangan strategis AS terdiri dari sekitar 415 juta barel minyak, yang artinya pelepasan tambahan 172 juta barel akan menurunkan cadangan jadi sekitar 243 juta barel kecuali jika barel ditambahkan atau dikurangi karena alasan lain.

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |