Ngantuk Berlebihan Secara Tak Wajar Jadi Salah Satu Gejala Virus Nipah

3 hours ago 1

CNN Indonesia

Jumat, 30 Jan 2026 07:17 WIB

Virus Nipah bukan sekadar menyebabkan gejala ringan menyerupai influenza, melainkan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan fatal yang mengancam nyawa. ilustrasi Virus Nipah. (iStockphoto/Manjurul)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ancaman Virus Nipah kini kembali menjadi sorotan dunia setelah dilaporkan munculnya wabah mematikan di negara bagian Benggala Barat, India.

Virus Nipah bukan sekadar menyebabkan gejala ringan menyerupai influenza, melainkan dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan fatal yang mengancam nyawa.

Melansir laporan BBC pada Selasa (27/1), dua kasus positif telah dikonfirmasi di Benggala Barat sejak Desember 2025, yang keduanya menjangkiti petugas kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski 196 orang yang melakukan kontak erat telah dinyatakan negatif, otoritas kesehatan global tetap waspada mengingat karakteristik virus ini yang sangat berbahaya.

Meluasnya laporan wabah di India memicu negara-negara tetangga di Asia untuk memperketat barisan pertahanan di pintu masuk internasional.

Thailand mulai memberlakukan pemeriksaan kesehatan intensif bagi penumpang di tiga bandara utama yang melayani penerbangan langsung dari Benggala Barat.

Sementara Nepal juga memperketat pengawasan di Bandara Kathmandu serta sejumlah pos perbatasan darat yang berbatasan langsung dengan wilayah India.

Langkah ini diambil karena virus Nipah merupakan penyakit zoonotik (menular dari hewan ke manusia) dengan tingkat kematian (fatality rate) yang sangat tinggi, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen. Hingga saat ini, belum ada vaksin maupun obat spesifik untuk mengatasi infeksi virus ini.

Salah satu komplikasi paling serius dari infeksi virus Nipah adalah peradangan otak akut atau ensefalitis. Kondisi ini sering kali diawali dengan gejala yang tampak sepele namun merupakan sinyal bahaya bagi saraf.

Lalu, seperti apa gejala orang yang terjangkit Virus Nipah? Dikutip dari data Kementerian Kesehatan, pasien yang mengalami ensefalitis akibat virus Nipah biasanya menunjukkan tanda-tanda berikut:

- Kantuk berlebihan yang tidak wajar.
- Kesulitan berkonsentrasi dan sering merasa bingung (disorientasi).
- Perubahan suasana hati (mood) yang signifikan.
- Kehilangan kesadaran pada kasus yang berat.

Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari sebelum penderita mulai menunjukkan gejala klinis. Selain gangguan saraf pusat, berikut adalah rangkaian gejala umum yang perlu diwaspadai:

- Demam tinggi dan sakit kepala.
- Nyeri otot (mialgia).
- Batuk, sesak napas, dan gangguan pernapasan lainnya.
- Sakit tenggorokan dan kesulitan menelan.
- Muntah-muntah.

Kewaspadaan dini sangat diperlukan mengingat kecepatan virus ini dalam merusak sistem organ manusia. Masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terdampak atau berinteraksi dengan hewan penular diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika merasakan gejala-gejala di atas.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |