Pabrik Sandal di Medan Terbakar Selasa Malam, Api Tak Kunjung Padam

2 hours ago 1

Medan, CNN Indonesia --

Pabrik PT Garuda Mas Perkasa (pabrik sandal swallow) di Jalan KL. Yos Sudarso KM 6,5, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan terbakar hebat pada Selasa (27/1) sekitar pukul 22.00 WB. Petugas gabungan hingga Rabu (28/1) masih berupaya memadamkan api.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan, Wandro Malau, mengatakan kebakaran menghanguskan area pabrik seluas lebih dari tiga hektare. Bangunan yang terbakar berisi material karet dan ban, sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan.

"Isinya karet semua, termasuk ban. Luas bangunan sekitar tiga hektare lebih. Terbakar sejak pukul 22.00 WIB dan sampai sekarang api masih menyala dari dalam pabrik," ujar Wandro kepada CNN Indonesia, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan untuk memadamkan api, petugas mengerahkan puluhan unit armada dari berbagai daerah. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Medan dikerahkan, dibantu 2 unit water cannon milik Brimob dan Polrestabes Pelabuhan Belawan.

"Selain itu, bantuan juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Sumatra Utara sebanyak 2 unit, Damkar Deliserdang 1 unit, serta Damkar Kota Binjai 1 unit," jelas Wandro.

Menurut Wandro, saat petugas tiba di lokasi, api sudah membubung tinggi. Akses masuk ke area pabrik juga sempat menjadi kendala karena pintu gerbang dalam kondisi terkunci sehingga terpaksa didobrak.

"Saat kami datang, api sudah besar dan pintu gerbang tertutup. Kami dobrak supaya mobil damkar bisa melakukan pemadaman," jelasnya.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, beberapa petugas mengalami luka ringan saat melakukan pemadaman.

"Korban jiwa nihil. Kalau petugas ada yang luka ringan karena pemadaman dilakukan dalam kondisi gelap," terangnya.

Proses pemadaman juga terkendala karena dua gedung di dalam kompleks pabrik telah roboh. Material karet di dalam bangunan membuat api sulit dijangkau, sehingga petugas terpaksa membongkar puing bangunan agar air bisa disemprotkan ke titik api.

"Di dalam ada bahan karet dan dua gedung sudah roboh. Jadi kami kesulitan, harus dibongkar dulu supaya bisa menyemprot ke dalam," ucap Wandro.

Petugas memastikan api tidak merambat keluar area pabrik meski lokasi pabrik berada dekat pemukiman warga.Petugas juga mewaspadai keberadaan pipa minyak yang digunakan untuk operasional pabrik. 

"Dekat dengan pemukiman, tapi sudah kami antisipasi. Jalur api sudah kami potong agar tidak menjalar ke rumah warga," paparnya.

Kebakaran Pabrik PT Garuda Mas Perkasa, Medan, Rabu, 28 Januari 2026Kebakaran Pabrik PT Garuda Mas Perkasa, Medan, Rabu, 28 Januari 2026. (Foto: CNN Indonesia/ Farida Noris)

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka menyebutkan kebakaran diduga dipicu oleh korsleting kabel listrik di area pabrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan resmi.

"Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 22.00 WIB, setelah sebelumnya terlihat kepulan asap sejak pukul 20.00 WIB. Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan melahap sebagian besar bangunan pabrik," paparnya.

Saat kebakaran terjadi, beberapa kali terdengar suara ledakan dari dalam pabrik, disertai aroma menyengat menyerupai karet terbakar yang tercium hingga ke sepanjang jalan di sekitar lokasi kejadian.

"Banyaknya material mudah terbakar, khususnya tumpukan karet, membuat api terus membesar dan menyulitkan petugas," urainya.

Personel pemadam kebakaran bersama Mobil AWC Brimob Polda Sumut melakukan penyemprotan air secara intensif dari berbagai sisi bangunan guna menahan dan memutus jalur penyebaran api, sementara personel Brimob lainnya melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

"Sebanyak 20 personel Satuan Brimob Polda Sumut juga diterjunkan ke lokasi untuk melaksanakan pengamanan dan pengendalian masyarakat, guna memastikan proses pemadaman berjalan aman dan tidak terganggu," katanya.

(fnr/wis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |