Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusir seorang pria dan menyebutnya sebagai penghasut bayaran saat pidato di Iowa dalam rangka kampanye pemilihan umum sela pada Selasa (27/1).
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah petugas menyeret laki-laki itu keluar ruangan. Saat orang tersebut digelandang petugas, di podium pidato, Trump mengatakan orang itu penghasut bayaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah Anda tahu mereka penghasut bayaran? Mereka dibayar?" kata Trump.
"Anda tahu, apa Anda melihat tanda-tanda mereka? Anda tahu, dulu kami sering melakukan protes, dan Anda membuat kesepakatan di ruang bawah tanah," imbuh dia.
Trump berkali-kali menegaskan, orang tersebut dibayar untuk mengacaukan acara itu.
"Mereka pemberontak bayaran, sungguh, dalam beberapa kasus, mereka orang-orang sakit," ucap dia.
Trump mengumpulkan para pendukungnya di Iowa untuk memperkuat dukungan di medan pertempuran politik Midwestern.
Warga di Iowa banyak yang cemas harga tanaman yang melemah dan harga pupuk yang tinggi. Kekhawatiran itu muncul bersamaan saat ketidakpastian perdagangan China menggema.
Jika situasi semacam itu tak teratasi, warga bisa beralih mendukung Demokrat dan Republik bisa kehilangan suara di pemilihan selanjutnya.
Trump, dalam pidato tersebut, berusaha mengamankan suara untuk pemilu sela.
"Siapapun yang memenangkan kursi kepresidenan akan menghadapi kesulitan dalam pemilihan paruh waktu," ujar dia, dikutip Reuters,
Trump lalu berujar, "Saya di sini bukan saja karena saya mencintai Iowa, tetapi saya di sini karena kita memulai kampanye untuk pemilu sela."
Trump memenangkan Iwo dalam tiga pemilihan presiden terakhir. Sebagian pemilih yang berbasis di pedesaan merupakan pendukung setia dia.
Pemilu sela AS akan digelar pada 3 November 2026. Jika, Republik kalah akan menyulitkan mereka menguasai legislatif, mengesahkan undang-undang, hingga kontrol anggaran.
(isa/bac)


















































