Heboh Skandal Penipuan Helikopter Penyelamat Pendaki Himalaya di Nepal

2 hours ago 1

CNN Indonesia

Rabu, 28 Jan 2026 17:15 WIB

Ribuan pendaki mengunjungi Nepal setiap tahun untuk menikmati pemandangan Pegunungan Himalaya yang indah. Ilustrasi Pegunungan Himalaya, Nepal. (Istockphoto/Sansubba)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Nepal menangkap enam orang atas dugaan skandal penipuan asuransi melalui layanan evakuasi helikopter bagi turis senilai US$1,69 juta atau sekitar Rp26,6 miliar.

Penangkapan yang dilakukan pada Senin (26/1) ini merupakan hasil penyelidikan mendalam terhadap praktik penyelamatan fiktif di Pegunungan Himalaya.

Ribuan pendaki mengunjungi Nepal setiap tahun untuk menikmati pemandangan Himalaya. Dalam industri pariwisata ekstrem ini, layanan evakuasi helikopter darurat merupakan komponen krusial bagi keselamatan pelancong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biro Investigasi Pusat (CIB) Nepal mengungkap praktik culas yang melibatkan agen perjalanan, perusahaan helikopter, hingga rumah sakit swasta.

Berdasarkan penyelidikan selama 2,5 bulan, ditemukan bukti-bukti berupa:

- Klaim Ganda: Mengajukan beberapa klaim asuransi untuk satu operasi penyelamatan yang sama.

- Penyelamatan Fiktif: Penerbangan carter biasa dilaporkan sebagai evakuasi medis darurat.

- Pemalsuan Medis: Rumah sakit swasta diduga terlibat dalam penerbitan tagihan medis palsu untuk memperbesar nilai klaim.

"Ini adalah masalah lama yang terus kami pantau. Enam orang telah ditangkap dan penyelidikan akan terus berlanjut," ujar juru bicara CIB, Shiva Kumar Shrestha, seperti dilansir AFP.

Kasus ini sebenarnya bukan hal baru di Nepal. Pada 2018, penyelidikan pemerintah telah mengidentifikasi 15 perusahaan, termasuk maskapai helikopter dan agen pendakian, yang terkait dengan jaringan penipuan ini. Namun, saat itu tidak ada tindakan hukum yang diambil terhadap para pelaku.

Meskipun Nepal telah memperkenalkan pedoman baru untuk mengontrol proses evakuasi setelah mendapat peringatan keras dari perusahaan asuransi internasional, praktik penipuan ini nyatanya tetap marak terjadi.

Penangkapan kali ini diharapkan menjadi sinyal tegas pemerintah untuk membersihkan citra pariwisata Nepal di mata dunia. Skandal ini juga berpotensi membuat premi asuransi perjalanan ke Nepal melonjak atau bahkan memicu penghentian layanan oleh perusahaan asuransi global.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |