Pendaftar Magang Nasional Tembus 732 Ribu, yang Lolos 6,3 Persen

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat pendaftar Program Magang Nasional angkatan 2 batch I 2026 mencapai 732.483 orang.

Namun, hanya 6,3 persen atau 46.160 orang yang berhasil lolos menjadi peserta. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah mengatakan program ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat

Dari jumlah 732.483, Kemnaker melakukan pemeriksaan persyaratan dan menghasilkan angka 244.982 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, sebanyak 226.719 calon peserta mengajukan lamaran ke berbagai posisi pemagangan yang tersedia. Secara keseluruhan, terdapat 547.000 lamaran dengan rata-rata sekitar 1,93 lamaran aktif untuk setiap pelamar.

Darmawansyah menjelaskan tahapan akhir melibatkan proses seleksi oleh masing-masing penyelenggara sebelum peserta ditetapkan oleh kementerian.

"Pada tahapan terakhir, yaitu tahapan ketiga, tahap rekrutmen, seleksi, dan penetapan peserta, calon peserta yang telah melamar mengikuti proses rekrutmen dan seleksi oleh masing-masing penyelenggara," kata Darmawansyah dalam acara Kick off Program Magang Nasional Angkatan 2 Batch I di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Selasa (11/8).

Dari sekitar 225.920 orang pelamar yang memasuki proses rekrutmen, sebanyak 48.088 pelamar diterima oleh penyelenggara untuk diproses lebih lanjut.

Setelah melakukan verifikasi, seleksi, dan pengusulan oleh penyelenggara, sebanyak 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan.

Dari jumlah tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan proses seleksi melalui sidang pleno dan menetapkan 46.160 orang dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Program Pemagangan Nasional Angkatan 2 Batch I Tahun 2026.

Sementara itu, 242 orang tidak dapat ditetapkan pada tahapan akhir verifikasi karena tidak memenuhi persyaratan.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan para peserta magang akan mendapatkan upah minimum sesuai dengan standar kabupaten atau kota tempat mereka bekerja.

Sebagai contoh, peserta yang menjalani masa magang di Jakarta akan menerima upah pada kisaran Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan.

"Bapak presiden memberikan upah atau gaji yang sesuai dengan upah minimum kabupaten kota tempat mereka bekerja yang jumlahnya cukup besar. Contoh tadi ada yang dari luar Jakarta, kemudian begitu dia ke Jakarta gajinya di perusahaan hampir Rp5,5 juta sampai Rp5,7 juta per bulan," ujar Teddy.

Teddy turut berpesan kepada para peserta terpilih. Ia mengingatkan tidak semua lulusan baru universitas bisa langsung mendapatkan kesempatan bekerja sesaat setelah lulus seperti mereka.

"Adik-adik (adalah) orang-orang yang beruntung, habis kuliah bisa langsung bekerja dan tidak semua orang yang magang gajinya atau upahnya itu sesuai UMR atau UMK, mungkin setengahnya, kadang-kadang, dari yang sekarang," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan tingkat keberhasilan program magang ini pada angkatan sebelumnya.

Berdasarkan datanya, sekitar 30 hingga 40 persen dari total 100 ribu peserta pada angkatan pertama langsung direkrut menjadi karyawan di perusahaan tempat mereka magang maupun di perusahaan lain.

Ia berharap seluruh peserta pada batch baru ini juga bisa langsung mendapatkan pekerjaan secara permanen setelah masa magang mereka selesai.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)

Read Entire Article
| | | |