Jakarta, CNN Indonesia --
Liburan yang sudah direncanakan matang bisa seketika terasa runtuh saat mendengar pengumuman penerbangan dibatalkan. Semua harapan, jadwal, hingga anggaran terasa dipermainkan maskapai.
Namun, para pakar perjalanan menegaskan satu hal penting: bersikap proaktif bisa membantu penumpang kembali memegang kendali.
Berikut panduan cerdas yang bisa dilakukan saat penerbangan Anda dibatalkan, sekaligus cara meminimalkan risiko kejadian serupa di masa depan, melansir Real Simple.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat penerbangan dibatalkan, ini yang harus dilakukan
Hal pertama yang perlu diingat, kecepatan adalah kunci. Semakin cepat Anda terhubung dengan pihak maskapai, semakin besar peluang mendapatkan penerbangan pengganti terbaik.
"Rebooking ke penerbangan pertama yang tersedia sangat bergantung pada seberapa cepat Anda bisa menghubungi maskapai, baik lewat telepon, aplikasi, maupun langsung di bandara," kata Katy Nastro dari platform pelacak promo maskapai, Going.
Biasanya, opsi penerbangan pengganti langsung muncul di aplikasi maskapai. Karena itu, Nastro menyarankan untuk mengecek aplikasi sambil tetap mengantre di loket layanan pelanggan jika Anda sudah berada di bandara.
Tak puas dengan opsi yang ditawarkan dan masih mengantre? Jangan ragu untuk menelepon maskapai sambil menunggu. Menurut Nastro, petugas di telepon bisa melihat ketersediaan kursi secara real time.
Bahkan, maskapai besar kadang memiliki perjanjian antarmaskapai yang memungkinkan Anda dipindahkan ke penerbangan maskapai lain.
Namun, perlu realistis. "Saat gangguan besar terjadi, tidak ada stok kursi tanpa batas," ujar Nastro.
Jika tidak ada opsi yang sesuai, Anda berhak meminta pengembalian dana penuh dan memesan tiket dari maskapai lain. Hanya saja, tiket di hari yang sama biasanya jauh lebih mahal.
Cara mengurangi risiko penerbangan dibatalkan
Datang lebih pagi ternyata bukan hanya soal disiplin, tapi juga strategi. Data terbaru Departemen Transportasi AS menunjukkan bahwa pada Juni 2025, sekitar 85 persen penerbangan yang berangkat pukul 06.00-06.59 tiba tepat waktu.
Bandingkan dengan penerbangan sore pukul 18.00-18.59 yang tingkat ketepatan waktunya hanya 54 persen.
"Penerbangan pagi memang berat untuk dijalani, tapi Anda akan berterima kasih pada diri sendiri karena bisa sampai di tujuan," kata Nastro.
Selain itu, bersikap proaktif juga penting. Brian Kelly, pendiri situs perjalanan The Points Guy dan penulis How to Win at Travel, menyarankan penumpang tidak hanya menunggu informasi dari maskapai.
"Saya selalu mengecek prakiraan cuaca, bukan hanya di kota keberangkatan dan tujuan, tapi juga di lokasi asal pesawat," ujar Kelly.
Jika Anda berangkat dari Miami, sementara pesawat datang dari Buffalo yang sedang dilanda badai salju, potensi gangguan jelas lebih besar.
Untuk memantau pergerakan pesawat, Anda bisa memanfaatkan aplikasi gratis seperti Flightradar24. Dengan begitu, Anda bisa bersiap lebih awal sebelum situasi benar-benar kacau.
(tis/tis)


















































