Pengamat Imbau Investor Buy on Weekness Saham 'Big Cap' saat IHSG Lesu

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir dinilai menjadi momentum bagi investor untuk membidik saham-saham big cap atau berkapitalisasi besar.

Para pengamat menyebut aksi beli bisa dilakukan dengan mempertimbangkan fundamental saham yang kuat.

Praktisi Pasar Modal Hans Kwee menekankan perlunya kesabaran bagi pelaku pasar. Investor disarankan menunggu perkembangan lebih lanjut sambil menyisir saham-saham berpotensi untuk diserok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sabar dulu tunggu perkembangan. Bisa buy on weakness (bow) dan akumulasi saham-saham big cap yang berfundamental bagus," kata Hans kepada CNNIndonesia.com.

Hans menjelaskan anjloknya IHSG sebagian besar dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia.

MSCI menerapkan interim freeze yang mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.

"Jadi pelaku pasar ada yang melakukan aksi profit taking di jangka pendek. Masalah ini lebih struktural dan otoritas kita pasti melakukan perbaikan dan bisa diterima MSCI," tambah Hans.

Praktisi pasar ini memperkirakan IHSG jangka pendek akan bergerak di kisaran support 8.187-8.000, sementara level resistance berada di 8.250-8.400.

Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata sentiman MSCI berpotensi menjadi overhang utama pasar dengan volatilitas tinggi, sehingga risiko konsolidasi lanjutan IHSG ke area 8.050-8.000 diprediksi paling mungkin terjadi pekan ini.

"Kiwoom Research perkirakan dalam horizon 1-4 minggu, sentimen MSCI berpotensi menjadi overhang utama pasar dengan volatilitas tinggi dan risiko konsolidasi lanjutan IHSG ke area 8.050-8.000 (most likely terjadi di pekan ini),' jelas Liza.

Dalam pernyataannya, Liza menekankan bahwa strategi Buy on Weakness hanya layak dilakukan secara selektif pada saham big cap dengan free float bersih dan earnings defensif.

"Strategi Buy on Weakness hanya layak dilakukan secara sangat selektif pada big caps dengan free float bersih dan earnings defensif, sementara sikap paling rasional saat ini adalah HOLD dan WAIT & SEE sambil menunggu respons konkret regulator," ujar Liza.

Pada Rabu (28/1) sore, IHSG ditutup di level 8.320, terperosok 659,67 poin atau minus 7,35 persen dari perdagangan sebelumnya.

Kemudian, indeks ditutup di level 8.232 pada perdagangan Kamis (29/1) sore. Indeks saham merosot 88,35 poin atau minus 1,06 persen dari perdagangan sebelumnya, setelah sempat tertekan ke level 7.481 siang harinya.

Jumat pagi ini, IHSG dibuka hijau di level 8.308 dan menanjak hingga menyentuh 8.048 pada pukul 9.15 WIB. Indeks sempat tertekan setelah pengumuman Direktur Utama BEI Iman Rachman mengundurkan diri ke level 8.167 sebelum akhirnya bangkit ke 8.356 pada pukul 10.47 WIB.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Read Entire Article
| | | |