Jakarta, CNN Indonesia --
PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah umrah yang menggunakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), yang secara bertahap dilayani secara terpusat melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F, dan berlaku mulai 1 Juli.
Peningkatan pelayanan ini sejalan dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor SE-DJPU 12 Tahun 2026 tentang Pengaturan Layanan Penumpang Angkutan Udara Haji dan Umrah Melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandar Udara Soekarno-Hatta.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan, Terminal 2F dirancang menghadirkan pengalaman perjalanan lebih nyaman, tertib, dan tertata bagi para jemaah umrah mulai tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F telah dipersiapkan secara optimal untuk melayani kebutuhan jemaah umrah. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, area yang lebih luas, serta dukungan operasional yang dirancang khusus, kami ingin memastikan setiap jemaah memperoleh pelayanan terbaik sejak awal perjalanan ibadahnya," ujar Heru Karyadi.
Terminal seluas 27.418 meter persegi ini dilengkapi fasilitas yang mengedepankan kenyamanan jemaah umrah dan keluarga pengantar, antara lain ruang tunggu berkapasitas hingga 3 ribu orang, serta masjid seluas 3.136 meter persegi yang mampu menampung sekitar 1.000 jemaah.
Sebanyak 20 konter check-in disiapkan khusus bagi jemaah umrah, mempercepat proses keberangkatan melalui pemisahan pelaporan keberangkatan dan drop baggage jemaah umrah dari penumpang reguler. Lalu, ada petugas bandara yang berfokus memberikan layanan jemaah haji dan umrah, karena tidak ada penumpang reguler di terminal ini.
Tahapan Layanan Terpusat
Masih sejalan dengan Surat Edaran Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026, maskapai penerbangan yang melayani jemaah umrah rombongan akan menerapkan skema split operation secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pada tahap awal mulai 1 Juli 2026, jemaah umrah yang menggunakan maskapai Long Air, Hainan Airlines dan Saudia Airlines akan memproses keberangkatan melalui Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F.
Tahap berikutnya per 8 Juli 2026, mencakup jemaah umrah yang berangkat dengan maskapai Scoot dan Turkish Airlines, dan mulai 15 Juli 2026 mencakup jemaah umrah dengan maskapai Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates dan Etihad Airways.
Heru Karyadi menjelaskan, tahapan ini penting untuk memastikan proses transisi operasional berjalan optimal serta memberikan waktu bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyesuaikan proses pelayanan kepada jemaah.
"Penerapan dilakukan secara bertahap agar layanan bagi jemaah umrah berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, PPIU, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap tahapan dapat berjalan dengan baik," tutur Heru.
Sebelumnya, Terminal 2F telah melayani keberangkatan jemaah umrah melalui sejumlah tahapan pengoperasian. Terminal ini pertama kali melayani penerbangan charter Lion Air pada 2022, kemudian berkembang dengan layanan penerbangan charter dan reguler Garuda Indonesia pada 2025.
Berbagai penyempurnaan fasilitas dan skema operasional terus dilakukan hingga akhirnya Terminal 2F siap melayani keberangkatan jemaah umrah rombongan secara lebih luas mulai Juli 2026.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan guna mendukung penyelenggaraan ibadah umrah dengan aman, tertib, dan nyaman.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

















































