Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara lisan menginstruksikan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk menghentikan seluruh hubungan perdagangan negaranya dengan Spanyol, Rabu (8/7).
Hal itu disampaikannya secara lisan ketika tiba di Ankara, Turki, untuk KTT NATO. Mengutip dari Euro News, Trump memerintahkan 'menghentikan semua perdagangan' (cut off all trade) dengan Spanyol karena persoalan keengganan Negara Matador itu menambah anggaran pertahanan yang dimintakan NATO.
Dia menyebut Spanyol sebagai mitra yang 'mengerikan' dalam aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spanyol adalah kasus yang sia-sia. Kami tidak ingin melakukan bisnis perdagangan apa pun dengan Spanyol lagi," kata Trump dikutip dari Euro News.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat tampil bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di hadapan awak media.
"Saya ingin Anda [Bessent] menghentikannya. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan Spanyol. Putuskan seluruh perdagangan dengan Spanyol, termasuk kunjungan [bilateral]," ujar Trump seraya menoleh Bessent dikutip dari NBC News.
"Saya tidak ingin ada lagi perdagangan dengan mereka. Laksanakan segera. Jangan bicara dengan mereka. Mereka sudah tidak ada harapan lagi," tambah Trump.
Bessent dilaporkan menjawab singkat untuk mematuhi perintah lisan dari Trump tersebut.
Trump menyebut pemerintahan Spanyol di bawah Pedro Sánchez tak bisa diajak kerja sama. Sebelumnya, perdana menteri Spanyol yang berasal dari Partai Pekerja Sosialis itu menolak tuntutan Washington guna menaikkan pengeluaran pertahanan menjadi 5 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negaranya.
Rutte menyebut Spanyol hanya menganggarkan untuk pertahanan sebesar 2 persen dari PDB. Hal itu membuat Spanyol berada di peringkat tujuh dari 32 anggota NATO.
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyebut Spanyol sebagai mitra NATO yang "sangat buruk" dan menyatakan Washington tidak lagi ingin menjalin hubungan dagang dengan Madrid.
Mengutip dari Euro News, sumber di Spanyol menyebut Sánchez telah siap dengan skenario tersebut. Sumber di Moncloa itu mengatakan Spanyol juga menanggapi 'penghinaan dari pengusaha'--merujuk pada Trump-- tersebut dengan relatif tenang.
"Pemerintah [Spanyol] telah menyusun serangkaian poin pembicaraan yang solid, dan Pedro Sánchez melakukan perjalanan ke Ankara dengan sejumlah data untuk menanggapi serangan Donald Trump," demikian diwartakan kantor berita tersebut.
(kid)
Add
as a preferred source on Google


















































