Jakarta, CNN Indonesia --
Rosalia Ojam (55), warga Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, merupakan salah satu warga yang harus meninggalkan rumahnya setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pekan lalu, dan tinggal di tenda pengungsian Posko Pertamina Peduli.
Di tengah kondisi pascabencana, bantuan yang datang diakui memberi rasa nyaman bagi warga terdampak.
"Kami sangat terbantu. Sekarang kami bisa istirahat dengan tenang setelah terjadinya gempa. Tidur malam juga lebih nyaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina," ujar Rosalia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Pertamina memastikan hadir mendampingi masyarakat di Flores. Salah satunya, lewat kunjungan Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita ke Posko Pertamina Peduli di Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo pada Kamis (20/8), guna mengecek bantuan terus dialirkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Kehadiran Pertamina di tengah masyarakat terdampak tidak berhenti pada bantuan kebutuhan dasar. Di lokasi pengungsian, perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang turut mengalami situasi sulit sejak gempa terjadi.
Melalui kegiatan trauma healing, relawan Pertamina Peduli mengajak anak-anak bermain dan berinteraksi untuk membantu mengembalikan keceriaan mereka.
"Kami memberikan makanan ringan dan susu, sekaligus mengajak anak-anak beraktivitas supaya mereka lebih senang dan tidak terlalu tegang setelah melalui hari-hari yang tidak mudah sejak gempa terjadi," kata Arya.
Sekretaris Camat Reo, Yosef Sudarso mengapresiasi dukungan Pertamina yang menurutnya telah hadir bersama masyarakat sejak awal pascagempa.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pertamina. Sejak awal kejadian, Pertamina sudah bersama kami membantu dan melayani masyarakat yang berada di Kecamatan Reo," tutur Yosef.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri turun langsung meninjau wilayah terdampak dan menyerahkan bantuan di Kabupaten Manggarai pada Senin (17/8).
Sementara, Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan mengunjungi RS Ruteng untuk melihat kondisi masyarakat dan menyerahkan bantuan.
(rea/rir)


















































