Jakarta, CNN Indonesia --
Atlet ganda putra senior Indonesia, Fajar Alfian, memberikan pesan kepada Raymond Indra/Nikolaus Joaquin untuk berani kepada pasangan dari negara lain usai perang psywar di Indonesia Masters 2026.
Perang psywar antara Fajar Alfian/M Shohibul Fikri dan Raymod/Joaquin itu terjadi dalam babak perempat final Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jumat (23/1).
Perang urat saraf itu terjadi sejak gim pertama. Yang jadi sorotan saat Fikri menghampiri Joaquin yang hingga terjatuh saat mengejar bola. Akibat dianggap memprovokasi, Fikri mendapat kartu kuning dari wasit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fikri merasa heran dengan kartu kuning itu. Meskipun akhirnya, pemain yang akrab disapa Ajay tersebut tidak mempersoalkan kartu kuning itu lebih lanjut.
"Saya langsung dapat kartu kuning. Itu sih it's okay, no problem, dan nggak apa-apa. Itu peringatan juga buat saya, dan mungkin terlalu berlebihan dan lain-lain," kata Fajar.
Fajar kemudian berpesan kepada juniornya tersebut untuk berani melakukan psywar kepada atlet dari luar Indonesia.
"Tidak hanya melawan saya dan Fikri, tapi juga bisa melawan negara-negara lain untuk terus kokoh seperti ini," ucap Fajar.
Di mata Ajay, psywar kepada sesama pemain Pelatnas PBSI merupakan hal biasa. Fajar pun mengungkapkan hal seperti ini pernah terjadi saat menghadapi The Minions (Kevin Sanjaya/Marcus Gideon).
"Dulu saya sering berhadapan dengan Minions. Di Istora, luar biasa. Dengan psywar yang lebih gila lagi, lebih ini lagi. Itu udah hal yang lumrah. Dulu saya sebagai junior menghadapi senior. Sekarang senior menghadapi junior, jadi kebalik ya," tutur Ajay.
"Tapi ya dengan mereka, dengan percaya diri mereka bisa menimbulkan percaya diri yang lebih itu menurut saya itu luar biasa."
(ptr/rhr)

















































