Pesan Sangar Simon ke Pemain Timnas Indonesia U-17: Berani Duel!

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Pemandu Bakat PSSI, Simon Tahamata, meminta segenap pemain Timnas Indonesia U-17 punya mental berani duel.

Pesan ini disampaikan Om Simon, begitu legenda Ajax Amsterdam ini disapa, setelah Indonesia U-17 beruji coba dengan China. Dalam laga ini Indonesia U-17 kalah 0-7 dan 2-3.

Ini adalah bagian dari persiapan Garuda Muda sebelum tampil dalam Piala Asia U-17 2026. Ajang ini akan berlangsung di Arab Saudi pada 5-22 Mei mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim yang akan diarsiteki Kurniawan Dwi Yulianto tersebut berada di Grup C bersama China, Jepang, dan Qatar.Bisa dibilang ini adalah lawan-lawan kuat tuntuk lolos ke Piala Dunia U-17 2026.

Simon sadar bahwa pesaing tim Merah Putih pada babak penyisihan begitu kuat. Namun, pria berdarah Maluku ini ingin skuad Garuda Muda tidak ciut nyali melawan sang rival.

"Kita masih punya waktu untuk berlatih dan bermain keras. Karena itu, mentalitas harus lebih baik karena kita tahu tiga negara [lawan] itu kuat," kata Simon di GBK Arena, Jakarta, Jumat (13/2).

Simon mencontohkan, saat masih jadi pemain Ajax, posturnya terbilang pendek, 164 cm. Ia mengaku sama sekali tak menyimpan rasa takut menghadapi pemain dengan badan menjulang.

"Saya sendiri bermain di sayap kiri. Kalau tidak ada bola, saya cari lawan. Saya jarang putar [balik]. Saya cari lawan. Kamu harus berani. Mereka baru berumur 16 [tahun]," katanya.

"Tapi, jangan terlalu menekan mereka. Mereka masih punya waktu. Menurut saya, yang penting sekarang pemain yang bermain di sayap kiri atau sayap kanan, harus berani satu lawan satu."

Indonesia U-17 pun disebut masih butuh tambahan pemain berkualitas. Dengan waktu kurang lebih tiga bulan sebelum turnamen, masih ada waktu untuk menyusun komposisi tim terbaik.

"Kami mesti mencari [pemain] yang bagus. Bukan hanya mengambil anak-anak berusia 16 tahun. Kami harus cari anak-anak yang lebih bagus dari anak-anak yang ada saat ini," ucapnya.

"Kami mesti lihat, bagaimana bermain satu lawan satu, bagaimana teknik, bagaimana taktik, bagaimana bermain dengan hati. Mereka adalah orang-orang yang mewakili bangsa Indonesia."

[Gambas:Video CNN]

(ikw/abs)

Read Entire Article
| | | |