Jakarta, CNN Indonesia --
PT PLN (Persero) membangun jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center di sepanjang jalur strategis nasional dengan jarak sekitar 300 kilometer untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Langkah ini disebut sebagai fondasi pembangunan 'tol listrik' nasional untuk mendukung mobilitas jarak jauh pengguna.
EVP Pengembangan Produk Niaga PT PLN Ririn Rachmawardini mengatakan pembangunan SPKLU Center dilakukan dengan memperhitungkan rata-rata jarak tempuh baterai kendaraan listrik yang beredar di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, perseroan memastikan ketersediaan fasilitas pengisian daya sebelum batas jarak tersebut tercapai.
"Sekarang ini bahkan kami sudah mulai menyiapkan SPKLU Center. Di setiap jarak hampir 300 kilometer, karena kita tahu kita meng-range rata-rata dari baterai yang beredar itu di 300 km Jadi sebelum 300 kmitu biasanya kami sudah menyiapkan SPKLU Center," ujar Ririn dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).
Berbeda dengan SPKLU titik yang umumnya hanya memiliki satu atau dua pengisi daya, SPKLU Center dirancang dengan kapasitas besar untuk melayani kebutuhan pengisian secara cepat, terutama di jalur dengan trafik tinggi.
"Kalau (SPKLU) point itu mungkin hanya satu atau dua charger saja, tapi kalau center itu kami membuat sampai 10-20 slot parkir," katanya.
Ririn menjelaskan, pengembangan SPKLU Center difokuskan di lokasi-lokasi strategis seperti jalan tol, rest area, dan jalur utama antarkota. Perusahaan setrum negara ini juga mulai mengalihkan dominasi pengisian daya dari AC ke DC untuk memangkas waktu pengisian.
"Strateginya yang tadinya backbone ini banyak komplain karena lama nge-charge-nya, sekarang sudah mulai kami ubah menjadi DC, khususnya untuk lokasi-lokasi yang memang memerlukan penge-charge-an tinggi," imbuhnya.
Menurut Ririn, pembangunan infrastruktur ini menjadi jawaban atas kekhawatiran pengguna EV terkait keterbatasan lokasi pengisian daya saat perjalanan jauh atau range anxiety.
Oleh sebab itu sejak 2023 fokus PLN itu bagaimana menghilangkan ketakutan orang-orang untuk melakukan charging.
Ia menambahkan, keberadaan SPKLU Center juga menjadi sinyal kepastian bagi investor dan mitra swasta untuk masuk ke bisnis pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia.
"Ketika mitra melihat ada kepastian dan backbone-nya sudah dibangun, minat untuk masuk itu meningkat," kata Ririn.
Dengan penguatan jaringan SPKLU Center secara nasional, PLN optimistis ekosistem kendaraan listrik akan semakin matang dan mampu mendukung percepatan transisi energi di sektor transportasi.
"Jadi ini strategi-strategi yang dilakukan PLN untuk memastikan percepatan ini, selain berkolaborasi juga dengan mitra-mitra ya. Awalnya itu karena PLN sebagai backbone, ini kayak berjalan sendiri dulu," pungkasnya.
(ldy/sfr)

















































