PM Polandia Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran

2 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta warganya segera meninggalkan Iran, di tengah rencana serangan militer Amerika Serikat yang disebut akan diluncurkan ke Iran "dalam waktu dekat".

Perintah evakuasi itu dianggap mendesak karena risiko konflik yang sangat nyata dalam beberapa jam ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua yang masih berada di Iran harus segera pergi, dan dalam keadaan apapun tidak boleh ada yang merencanakan perjalanan ke negara itu," ujarnya dalam konferensi pers, dikutip AFP.

"Kemungkinan terjadinya konflik sengit sangat nyata, dan dalam beberapa jam, belasan atau puluhan jam ke depan, evakuasi mungkin tidak lagi menjadi opsi," tambah dia.

Ini merupakan kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Polandia meminta warganya meninggalkan negara tersebut.

AS telah menempatkan kapal perang, pesawat tempur, dan pesawat pengisi bahan bakar dekat Iran sebagai persiapan kemungkinan operasi militer, jika diperintahkan Trump.

Serangan AS ke Iran dikabarkan paling cepat diluncurkan akhir pekan ini. Sejumlah sumber yang mengetahui rencana ini mengatakan kepada CNN bahwa Gedung Putih sudah diberikan informasi tentang hal ini, namun belum ada "lampu hijau" dari Trump.

"Dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan hal ini," kata salah seorang sumber.

Menurut laporan CBS akhir pekan lalu, rencana serangan ini muncul setelah sejak Januari armada militer AS berkumpul di Timur Tengah.

Kehadiran armada itu bertujuan mengantisipasi kemungkinan kekerasan dari Iran terhadap pengunjuk rasa serta menekan Teheran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

CNN melaporkan ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak demonstrasi besar-besaran di Teheran pada 28 Desember lalu, yang menewaskan ribuan orang.

Awalnya, AS menggunakan demonstrasi di Iran sebagai alasan untuk mengerahkan kapal induknya ke Timur Tengah, namun kemudian fokus alasan itu bergeser ke program nuklir Iran.

(rnp/dna)

Read Entire Article
| | | |