Polda Sebut Foto Viral Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Hasil AI

5 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya menegaskan viral foto yang jelas menampilkan tampang terduga pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus adalah hasil editan akal imitasi atau kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Foto itu salah satunya diunggah akun media sosial X @Robe1807. Dalam unggahannya, akun tersebut turut mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku peneror air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga menyampaikan bahwa ada perkembangan di lapangan termasuk di medsos adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang tergambarkan, kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI. Dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (15/3).

Budi pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan informasi terkait kasus tersebut. Sebab, kata dia, informasi yang salah justru berpotensi mengganggu proses penyelidikan.

"Kami berharap untuk masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu, tidak terintervensi oleh hal-hal yang dibuat sengaja untuk menyesatkan," ucap dia.

Budi menyampaikan saat ini kepolisian masih terus bekerja untuk mengungkap kasus tersebut.

"Kami juga memohon kepada seluruh warga masyarakat untuk memberi ruang kepada penyidik, waktu, agar penanganan penyelidikan ini paripurna dan kita dapat melakukan mengejar pelaku yang melakukan penyiraman terhadap cairan berbahaya kepada aktivis," ujarnya.

Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyebut insiden itu terjadi usai Andrie Yunus menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Pasca peristiwa tersebut, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen.

Dimas turut mengungkap ciri-ciri dari terduga pelaku yang pertama mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm berwarna hitam.

Sementara, pelaku kedua yakni penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai 'buf' berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos berwarna biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang dilipat menjadi pendek dan diduga berbahan jeans.

Dari rekaman CCTV yang diperoleh, berdasarkan kode waktu (timecode) yang tertulis, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB.

Mulanya terlihat dua pria yang berboncengan satu motor memutar balik dan berjalan perlahan. Lalu pria yang dibonceng--tak memakai helm--diduga menyiram air keras ke arah korban yang melintas menggunakan sepeda motornya.

Korban langsung berhenti menjatuhkan sepeda motornya dan berteriak kesakitan. Warga sekitar pun mendekati untuk mengetahui apa yang terjadi pada korban.

(kid)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |