Polri: Korban Tenggelam KM Virgo 8 Tetap Bisa Diidentifikasi

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti memastikan korban yang meninggal dunia akibat tenggelam tetap diidentifikasi selama tidak melewati batas pembusukan.

Hal ini disampaikan Hastry terkait insiden terbaliknya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Diketahui, hingga saat ini 114 korban telah ditemukan dan enam di antaranya meninggal dunia. Sementara 129 korban lainnya masih belum ditemukan.

"Batasannya proses pembusukan. Di dalam air jasad akan lebih cepat membusuk. Biasanya di atas 5 hari sudah mulai ada bagian yang rusak," kata Hastry ralam keterangannya, Rabu (16/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hastry menyebut Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia telah dikerahkan untuk membantu proses identifikasi terhadap korban.

"Kepolisian akan membantu pencarian bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia. Tim DVI ada di setiap Polda di bawak Kabiddokes. Dan untuk musibah terbaliknya KM Virgo, seluruh anggota siap untuk berkontribusi," tutur dia.

Disampaikan Hastry, tim DVI akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan instansi terkait lainnya dalam proses identifikasi korban.

"Teman-teman DVI di Surabaya dan Banjarmasin telah membuka posko Post Mortem," ucap dia.

Lebih lanjut, Hastry turut menyebut tim DVI juga akan bersinergi dengan keluarga korban untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan selama proses identifikasi korban.

"Tentunya, bila ada properti korban ataupun data dari keluarga sebelum musibah terjadi akan akan sangat bermanfaat bagi tim di lapangan untuk identifikasi," ujarnya.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9), pukul 02.00 Wita, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). KM Virgo disebut membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal hingga kru.

Dalam operasi SAR yang memasuki hari keempat pada Rabu hari ini, Basarnas kembali memperluas area pencarian korban. Operasi SAR ini melibatkan sejumlah aset strategis, baik dari unsur Basarnas, TNI, Polri, maupun BNPB.

"Di laut, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran hingga 6.120 NM² yang terbagi dalam enam sektor, masing-masing dengan luas sekitar 1.020 NM²," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana kepada wartawan, Rabu.

(dis/fra)

Read Entire Article
| | | |