Prabowo Akui Elite RI Kurang dalam Bertugas: Kemiskinan Masih Banyak

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak elite Indonesia yang kurang dalam menjalankan tugasnya. Hal itu tercermin dari masih banyaknya masyarakat miskin. 

"Kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia," ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Darah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

Pernyataan tersebut merujuk kepada elite di semua tingkat, seperti elite akademis yakni profesor, elite politik seperti pemimpin partai, elite tentara yakni polisi, hingga para elit judikatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya, kemiskinan terlalu banyak, ini tidak bisa diterima karena kekayaan kita sangat-sangat banyak," jelas Presiden.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dan kekurangan. Prabowo juga mengungkapkan masih banyak yang terkadang takut, hingga tidak mau mengakui bahwa Indonesia miskin. 

Alhasil, muncul beragam istilah untuk mengategorikan seseorang dalam kemiskinan, salah satunya aspiring middle class. Artinya, seseorang yang baru akan masuk kategori kelas menengah, yang mana secara urutan masih di kategori masyarakat miskin. Ada juga istilah rentan miskin.

"BPS (Badan Pusat Statistik) pintar juga kalian cari istilah miskin karena tidak mau turunkan moral bangsa Indonesia," sindir Prabowo.

Melansir data BPS, persentase penduduk miskin Indonesia per Maret 2025 sebesar 8,47 persen. Angka tersebut menurun 0,10 persen poin terhadap September 2024 dan menurun 0,56 persen poin terhadap Maret 2024.

Adapun jumlah penduduk miskin per Maret 2025 sebesar 23,85 juta orang, menurun 0,21 juta orang terhadap September 2024 dan menurun 1,37 juta orang terhadap Maret 2024.

Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 6,73 persen, naik dibandingkan September 2024 yang sebesar 6,66 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 11,03 persen, menurun dibandingkan September 2024 yang sebesar 11,34 persen.

Dibanding September 2024, jumlah penduduk miskin Maret 2025 perkotaan meningkat sebanyak 0,22 juta orang (dari 11,05 juta orang pada September 2024 menjadi 11,27 juta orang pada Maret 2025).

Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan justru menurun sebanyak 0,43 juta orang (dari 13,01 juta orang pada September 2024 menjadi 12,58 juta orang pada Maret 2025).

[Gambas:Video CNN]

(ins/sfr)

Read Entire Article
| | | |