CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 17:00 WIB
Billie Eilish meneruskan advokasinya dalam menentang aksi brutal petugas imigrasi suruhan Presiden Donald Trump, ICE. (Getty Images via AFP/FRAZER HARRISON)
Jakarta, CNN Indonesia --
Billie Eilish meneruskan advokasinya dalam menentang aksi brutal petugas imigrasi suruhan Presiden Donald Trump, ICE. Ia mengatakan hal tersebut saat menerima piala Grammy Awards 2026 untuk kategori Song of the Year.
Eilish memenangkan kategori tersebut pada Minggu (1/2) malam waktu Los Angeles, atas lagunya, Wildflower, dari album yang ia rilis pada 2024, Hit Me Hard and Soft.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih banyak. Aku tidak percaya ini. Semua orang di kategori ini sangat luar biasa. Aku sangat mencintai kalian," kata Billie Eilih.
"Aku merasa sangat terhormat setiap kali berada di ruangan ini. Sebersyukur apa pun perasaanku, jujur saja aku merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian," lanjutnya merujuk sejarah berdirinya Amerika Serikat.
"Dan, ya, sangat sulit untuk mengetahui apa yang harus dikatakan dan apa yang harus dilakukan saat ini, dan aku merasa sangat optimis di ruangan ini, dan aku merasa kita hanya perlu terus berjuang dan bersuara dan berdemonstrasi," kata Billie Eilish.
"Dan suara kita benar-benar penting, dan orang-orang penting, dan f*** ICE," lanjutnya dengan suara yang disensor dalam tayangan langsung, seperti diberitakan Variety. "Itu saja yang akan kukatakan. Maaf. Terima kasih banyak."
Dengan kemenangan Billie Eilish atas Wildflower yang sebenarnya rilis pada 2024 tersebut, ini menjadi piala Grammy Awards ke-10 yang ia koleksi semenjak debut pada 2019.
Kemenangan Billie Eilish ini mengejutkan setelah berbagai pengamat dan kritik meyakini bahwa Golden dari KPop Demon Hunters akan mencetak sejarah dengan memenangkan kategori tersebut.
Pernyataan keras Eilish di atas panggung Grammy Awards 2026 bukan tanpa alasan. Sebelumnya, saat berjalan di karpet merah, penyanyi 24 tahun ini tampak mengenakan pin bertuliskan ICE Out.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas sejumlah musisi dunia. Selain Eilish, beberapa nama besar seperti Justin Bieber, Kehlani, hingga Justin Vernon dari Bon Iver juga terlihat mengenakan atribut serupa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi di Amerika Serikat.
Kecaman para musisi ini dipicu oleh tragedi pada Sabtu (24/1), saat operasi ICE berujung pada kekerasan dan kematian sejumlah warga.
Salah satu kasus yang paling mendapat sorotan adalah penembakan Alex Pretti (37), seorang perawat ICU yang tewas setelah ditembak oleh agen federal dalam insiden yang terekam video.
Meski ICE menuduh Pretti sebagai teroris lokal, pihak keluarga menyatakan korban sama sekali tidak bersenjata dan justru tengah berupaya melindungi seorang perempuan. Insiden ini memicu gelombang protes besar di Minnesota hingga Los Angeles.
(gis/end)

















































