Wisata Luar Angkasa Blue Origin Setop Sementara, Apa Alasannya?

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Blue Origin menunda penerbangan roket wisata antariksa suborbital New Shepard yang selama ini digunakan untuk membawa penumpang ke tepi antariksa.

Sejak 2021, New Shepard telah menawarkan penerbangan singkat sekitar 10 menit bagi wisatawan antariksa, termasuk kalangan kaya, selebriti, dan tamu undangan khusus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan yang didirikan oleh miliarder pendiri Amazon, Jeff Bezos, itu menyatakan dalam keteranganbahwa mereka menghentikan program penerbangan rekreasi setidaknya selama dua tahun.

"Langkah ini dilakukan untuk mengalihkan sumber daya guna mempercepat pengembangan kemampuan manusia perusahaan dalam eksplorasi Bulan," ungkap Bezos, mengutip CNN, Selasa (2/2).

Blue Origin dan SpaceX milik Elon Musk masing-masing memiliki kontrak dengan NASA, untuk mengembangkan kendaraan yang mampu mengangkut astronaut dari ruang angkasa jauh ke permukaan bulan.

Saat ini, SpaceX direncanakan untuk menyediakan pendarat untuk misi Artemis III NASA, yang bertujuan menjadi pendaratan bulan pertama NASA sejak era Apollo.

Misi ini direncanakan diluncurkan pada tahun 2028, namun dapat mengalami penundaan lebih lanjut, sebagian karena kemungkinan pendarat SpaceX mungkin tidak siap tepat waktu.

Pada Oktober, Menteri Perhubungan Sean Duffy, yang saat itu juga menjabat sebagai administrator sementara NASA, mengeluarkan peringatan kepada perusahaan-perusahaan pesaing.

Ia menyatakan bahwa NASA mungkin akan menggunakan pendarat Blue Origin untuk Artemis III jika pendarat SpaceX tertinggal terlalu jauh dari jadwal.
"Jika SpaceX tertinggal, tetapi Blue Origin bisa melakukannya lebih dulu, selamat untuk Blue Origin," ujar Duffy kepada CNBC's "Squawk Box" pada Oktober 2025.

"Tapi, kami tidak akan menunggu satu perusahaan. Kami akan terus mendorong ini dan memenangkan perlombaan antariksa kedua melawan China," lanjutnya.

Perlombaan antariksa baru

Anggota Kongres yang bersikap keras di Capitol Hill, telah menekankan bahwa NASA harus mengirim astronaut kembali ke bulan sebelum China melakukannya.

China berencana mendaratkan Taikonautnya, di permukaan bulan untuk pertama kalinya pada tahun 2030.Penerbangan berawak pertama program Artemis, yang akan mengelilingi bulan tanpa mendarat di permukaannya, direncanakan akan diluncurkan pada tanggal 8 Februari.

Duffy tidak menjelaskan jadwal bagi NASA untuk kemungkinan mengubah kesepakatannya dengan SpaceX atau membawa kontraktor baru untuk pendarat bulan Artemis III.

Sejak menjabat pada Desember, administrator baru NASA, Jared Isaacman, seorang pengusaha miliarder yang telah dua kali terbang ke luar angkasa menggunakan kapsul SpaceX belum memberikan rincian lebih lanjut.

Pada bulan Januari, Isaacman mengatakan dalam sebuah posting media sosial bahwa ia telah bertemu dengan SpaceX dan Blue Origin untuk "memahami rencana terbaru untuk mempercepat jadwal Artemis NASA."

Blue Origin mengumumkan bahwa keputusan untuk menghentikan penerbangan roket wisata antariksa suborbital New Shepard, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap tujuan nasional untuk kembali ke Bulan dan mendirikan kehadiran lunar yang permanen dan berkelanjutan.

Belum jelas berapa banyak orang yang memiliki tiket untuk penerbangan New Shepard di masa depan, atau berapa lama mereka harus menunggu. Blue Origin juga tidak mengungkapkan harga tiketnya.

Sejak penerbangan berawak pertamanya pada 2021 dengan pendiri Jeff Bezos dan beberapa penumpang lainnya, roket New Shepard telah membawa 98 orang melintasi Garis Kármán, yang terletak 62 mil (100 kilometer) di atas permukaan laut, yang umumnya digunakan sebagai batas luar angkasa.

Penumpang termasuk aktor William Shatner, bintang NFL Michael Strahan, jurnalis Gayle King, dan penyanyi Katy Perry.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |