CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 21:00 WIB
Film dokumenter Melania Trump secara mengejutkan melampaui ekspektasi perolehan box office di Amerika Utara saat pekan pertama pembukaannya. (AFP/GREG NASH)
Jakarta, CNN Indonesia --
Film dokumenter Melania Trump secara mengejutkan melampaui ekspektasi perolehan box office di Amerika Utara saat pekan pertama pembukaannya, dan duduk di tiga besar box office akhir pekan domestik.
Film bertajuk Melania tersebut mengisahkan kehidupan Melania Trump itu jelang pelantikan Presiden Donald Trump untuk kedua kalinya pada Januari 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diberitakan Variety pada Minggu (1/2), Melania meraup pendapatan sebesar US$7,04 juta atau sekitar Rp118,1 miliar (US$1=Rp16.775) dari 1.778 bioskop di Amerika Utara.
Pencapaian ini tergolong besar untuk kategori dokumenter non-musik, sekaligus mematahkan prediksi awal yang memperkirakan pendapatan di kisaran US$3-5 juta.
"Kami sangat terdorong oleh pembukaan yang kuat dan respons positif penonton," kata Kepala Distribusi Teatrikal Domestik Amazon MGM, Kevin Wilson. "Momentum ini merupakan langkah awal penting dari siklus jangka panjang yang kami rencanakan untuk layanan streaming kami."
Namun, pendapatan ini sebenarnya masih jauh dari total modal yang dikeluarkan Amazon MGM. Studio tersebut diketahui merogoh kocek hingga US$40 juta untuk hak siar dan US$35 juta untuk pemasaran.
Menurut perhitungan analis industri, film ini setidaknya harus mengantongi US$40-45 juta hanya untuk mencapai titik impas.
Besarnya pengeluaran ini memicu spekulasi mengenai motif perusahaan. Menurut David A. Gross dari Franchise Entertainment Research, proyek ini lebih terlihat sebagai langkah politik dibandingkan proyek komersial murni.
"Sebagus apa pun pembukaan ini untuk film dokumenter, jika ini adalah film lain dengan biaya $75 juta dan potensi pasar luar negeri yang minim, hasil seperti ini akan menjadi masalah," kata David A. Gross dari Franchise Entertainment Research.
"Namun ini adalah investasi politik, bukan murni proyek pencari laba. Jika membantu Amazon dalam urusan regulasi, pajak, tarif, atau isu pemerintah lainnya, maka investasi ini akan terbayar."
Data menunjukkan penonton Melania didominasi oleh perempuan sebesar 72 persen, dengan 83 persen di antaranya berusia di atas 45 tahun. Basis penonton terbesar berada di wilayah pendukung Trump, seperti Dallas, Orlando, Tampa, Phoenix, dan West Palm Beach.
Meski meraih nilai A dari CinemaScore, film ini hanya memperoleh skor 10 persen di situs Rotten Tomatoes karena kritik tajam dari para kritikus film.
Dokumenter ini juga sempat kontroversi karena disutradarai oleh Brett Ratner, yang baru kembali setelah tersandung kasus dugaan pelecehan seksual pada 2017.
Menurut laporan Rolling Stone, situasi di balik layar pun sempat tegang karena dua pertiga kru film di New York meminta nama mereka dihapus dari kredit resmi.
Di tangga box office domestik, Melania menempati posisi ketiga. Posisi puncak diduduki oleh film thriller Send Help karya Sam Raimi yang meraup US$20 juta.
Sementara posisi kedua diisi oleh film independen Iron Lung garapan YouTuber Markiplier yang mencatatkan debut impresif US$17,8 juta meski hanya bermodal US$3 juta.
(gis/end)

















































