Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyasar pegawai pajak dan bea dan cukai hari ini, Rabu (4/2).
Menurut Purbaya, operasi itu bisa menjadi terapi kejut (shock therapy) bagi jajaran anak buahnya untuk memperbaiki kinerja.
"(OTT) Ini juga mungkin merupakan shock therapy bagi pegawai kami," ujar Purbaya saat Rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memastikan akan memberikan pendampingan secara hukum. Namun, ia tidak akan melakukan intervensi.
"Saya tidak akan intervensi hukum, dalam pengertian saya misalnya datang ke Presiden, minta KPK untuk menghentikan kasus atau kejaksaan untuk menghentikan kasus seperti di masa lalu," ujarnya.
Ia juga menegaskan apabila terbukti bersalah, ia tak mempermasalahkan jika anak buahnya dihukum sesuai peraturan yang berlaku.
"Saya akan bantu, tapi saya akan biarkan proses hukum berjalan seadil-adilnya," tegasnya.
KPK hari ini melakukan OTT terhadap pegawai Kantor Pratama Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Operasi tersebut terkait restitusi pajak.
Pada saat yang bersamaan, lembaga antirasuah itu juga melakukan OTT di Jakarta menyasar pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
"Ya benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi mengenai OTT di Ditjen Bea dan Cukai.
Namun, Fitroh belum bisa memberi informasi banyak mengenai operasi senyap di Jakarta tersebut.
Terpisah, Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetyo mengkonfirmasi operasi tersebut.
"Saat ini, sedang berlangsung pemeriksaan oleh Tim KPK terhadap pejabat BC (Bea Cukai)," ujar Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetyo kepada CNNIndonesia, Rabu (4/2).
Budi menegaskan instansinya berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.
"Kami masih mengikuti perkembangan lebih lanjut," ujarnya.
(del/sfr)
















































