Jakarta, CNN Indonesia --
Hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen Rusia diwarnai serangan ratusan drone Ukraina di wilayah Moskow. Serangan itu disebut juga merusak kilang minyak utama Rusia.
Dua orang tewas dalam sejumlah serangan tersebut dan 20 lainnya terluka.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menuding Kyiv berupaya mengganggu pelaksanaan pemilu. Dia mengatakan sistem pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh lebih dari 1.600 drone Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah tersebut, sekitar 450 drone disebut mengarah ke Moskow.
"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu jelas direncanakan dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh tidak berhasil," kata Sobyanin melalui Telegram.
Serangan juga menyasar infrastruktur energi untuk menargetkan sumber pendapatan vital Kremlin guna mendanai upaya perang mereka.
"Sebuah fasilitas di area Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan," tambah Sobyanin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan pernyataan berbeda. Dia justru mengapresiasi serangan yang dilakukan pasukan Ukraina ke wilayah Rusia.
"Respons jarak jauh kami memberikan dampak yang sangat signifikan di wilayah Moskow tadi malam," kata Zelensky.
Sementara itu, Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengatakan sedikitnya dua orang tewas, yaitu seorang wanita berusia 44 tahun dan seorang pria lanjut usia. Keduanya tewas di dua lokasi berbeda.
Peristiwa itu juga memicu kebakaran akibat jatuhnya drone ke sebuah gedung berlantai 21. Sebanyak 400 orang dievakuasi. Namun Vorobyov tidak merinci asal-usul drone tersebut.
Serangan drone Ukraina juga menghantam sebuah bus di wilayah Kherson, Ukraina selatan yang diduduki oleh Moskow, dan menewaskan dua orang, termasuk seorang anggota komisi pemilihan umum, menurut keterangan pihak berwenang.
(tim/isn)


















































