Alexander Vito | CNN Indonesia
Jumat, 23 Jan 2026 20:15 WIB
Review film: People We Meet on Vacation bisa dibilang cukup mulus dalam membawa beban berat menyajikan kisah dari versi novelnya. (Netflix/Michele K. Short)
Film People We Meet on Vacation bisa dibilang cukup mulus dalam membawa beban berat menyajikan kisah dari versi novelnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah cukup lama dinanti, film People We Meet on Vacation bisa dibilang cukup mulus dalam membawa beban berat menyajikan kisah dari versi novelnya karya Emily Henry.
Bukan tanpa alasan, novel romantis rilisan 2021 tersebut begitu digemari dan jadi best-seller dengan gaya penceritaan non-linier antara dua orang yang sebelumnya tak saling kenal, lalu jadi sahabat, dan bermuara sebagai pasangan asmara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih dengan kisah yang sama soal Poppy dan Alex yang diperankan oleh Emily Bader dan Tom Blyth, People We Meet on Vacation jelas menjadi momen menggembirakan bagi penggemar genre komedi romantis.
Yulin Kuang, Amos Vernon, dan Nunzio Randazzo sebagai penulis naskah sudah membuat keputusan yang tepat dengan setia pada alur penceritaan non-paralel dalam mengisahkan perjalanan cerita friends to lover pada Poppy dan Alex.
Kuang, Vernon, dan Randazzo mampu mengembalikan sensasi perasaan menggembirakan yang khas dari komedi-romantis. Mereka menyusun mosaik perbedaan Poppy dan Alex dan menjadikannya sebuah gambar utuh yang indah.
Brett Haley sebagai sutradara juga mengeksekusi naskah dengan tepat. Haley tampaknya juga memiliki pemahaman yang sama, bahwa setia pada cerita novelnya adalah sebuah keharusan.
Tak ada kejutan dari plot film ini. Semuanya tersusun secara terduga dan itu sepenuhnya tidak masalah. Kesederhanaan plot itulah yang kemudian menjadi ruang untuk bisa menikmati setiap menit durasi film ini tanpa harus terbebani ekspektasi plot twist.
Review film: People We Meet on Vacation bisa dibilang cukup mulus dalam membawa beban berat menyajikan kisah dari versi novelnya. (Netflix/Michele K. Short)
Perasaan senang dan penuh nostalgia hingga membuat tersenyum seharian adalah apa yang dirasakan setelah menonton People We Meet on Vacation.
Meski begitu, film ini juga memiliki perbedaan dari film romcom lainnya yang dirilis beberapa waktu terakhir. Emily Bader dan Tom Blyth adalah yang membawa perbedaan tersebut.
Bader dan Blyth mampu memberikan detail mimik dan ekspresi Poppy dan Alex yang secara tersirat menggambarkan pertumbuhan hubungan antara dua karakter tersebut. Porsi keduanya di film ini sangat pas disatukan dalam memerankan friends to lover trope.
Perkembangan emosi itu juga didukung dengan pemilihan latar lagu yang tepat, yang mana menjadi salah satu esensi penting dalam film romcom. Keegan DeWitt selaku penanggung jawab urusan musik, jelas sudah memilih lagu-lagu yang tepat untuk film ini.
Lagu-lagu yang dipilih DeWitt bukan hanya sekadar menggambarkan soal cerita, tetapi juga berhasil membangkitkan nostalgia dari sajian lagu-lagu lintas generasi.
Sebut saja yang paling menarik perhatian adalah Forever Your Girl (1988) dari Paula Abdul yang merepresentasikan kisah film ini dengan baik. Kemudian ada Boys Don't Cry (1979) dari The Cure, august (2020) dari Taylor Swift, dan I Don't Know What I Can Save You From (2000) dari Kings of Convenience.
Kerja sama antara Haley dan sinematografer Rob C. Givens juga terjalin dengan baik dalam film ini. Hal itu terlihat dari bagaimana Givens membidik kameranya untuk menangkap emosi karakter, sembari menyoroti berbagai latar belakang kota dan negara dikunjungi Poppy dan Alex.
Dengan sajian tersebut, jelas Haley berniat untuk membuat setiap penonton ingin ikut bepergian dan punya teman perjalanan yang seru, seperti yang terjadi dengan Poppy dan Alex.
Namun ketika sudah sampai penghujung, People We Meet On Vacation justru terasa akan lebih baik bila digarap sebagai serial terbatas, bukan sebagai film. Hal itu karena durasi 118 menit rasanya terlalu sempit untuk menggambarkan perjalanan serta perkembangan Poppy dan Alex.
Dengan perjalanan panjang yang dilalui Poppy dan Alex beserta segala dinamika pertemanan yang terjadi antara keduanya, jelas format serial akan bisa memuaskan para penggemar novel People We Meet On Vacation yang sudah menantikan visualnya sejak lama.
(end)

















































