Ribuan Kelinci Huni Pulau di Jepang, Ada Teori Kisah Masa Lalu Kelam

2 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 13 Feb 2026 12:45 WIB

Pulau Kelinci ini bernama asli Ōkunoshima, terletak di Pedalaman Seto, lepas pantai Hiroshima, Jepang. Ōkunoshima sekarang dihuni lebih dari 1.000 ekor kelinci. Pulau Okunoshima di Jepang yang dihuni ribuan kelinci. (iStockphoto/grassflowerhead)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kelinci adalah hewan kecil yang menggemaskan. Bulunya lebat dan halus, kupingnya panjang, senang melompat, dan giginya yang khas membuat kelinci jadi hewan kesayangan banyak orang.

Ternyata, di Asia ada sebuah pulau yang dihuni oleh ribuan kelinci. Ini adalah surga bagi pecinta hewan, khususnya kelinci. Namun, teori asal muasal tempat ini tak seindah kelihatannya berdasarkan cerita-cerita yang beredar.

Melansir Travel and Leisure, Pulau Kelinci ini bernama asli Ōkunoshima, terletak di Pedalaman Seto, lepas pantai Hiroshima, Jepang. Ōkunoshima sekarang dihuni lebih dari 1.000 ekor kelinci, mereka melompat, berlari, dan berkeliaran bebas di sana. Bahkan hewan ini dinilai ramah kepada wisatawan yang datang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum ada yang tahu persis bagaimana dan sejak kapan ribuan kelinci itu bisa ada di dalam pulau, meskipun terdapat sebuah museum yang menjelaskan sejarah Okunoshima. Namun, ada beberapa teori liar mengenai sejarah pulau ini yang dipercayai di Jepang.

Teori pertama menjelaskan, pada akhir tahun 1920-an, tentara kekaisaran Jepang menggunakan Pulau Okunoshima sebagai lokasi uji senjata kimia. Mereka melakukan uji coba gas beracun di pulau itu, sampai sini apakah kalian sudah bisa menebak kelanjutan cerita kelam ini?

Sebagai bahan percobaan senjata kimia, mirisnya kelinci benar-benar dijadikan "kelinci percobaan". Orang-orang percaya, di tengah uji coba itu beberapa pekerja membebaskan sekelompok kelinci ke pulau. Kemudian jumlahnya semakin banyak dengan berkembang biak.

Sementara itu, ada teori lain yang terdengar lebih menyenangkan. Dipercaya bahwa pada tahun 1970-an, sekelompok anak sekolah sengaja membawa beberapa ekor kelinci ke Okunoshima.

Anak-anak kecil itu kemudian melepaskan kelinci ke pulau tersebut dan dibiarkan hidup bebas, akhirnya hari ini keturunan kelinci itu jadi menghuni seisi pulau.

Entah cerita mana yang benar, yang pasti hari ini banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke Okunoshima dan melihat Pulau Kelinci.

Setiap tahun tercatat sekitar 100.000 wisatawan mampir ke Okunoshima, untuk melihat kelinci, memberi makan, atau sekadar menikmati pantai yang indah sambil berendam di mata air panas.

Tapi, di saat yang bersamaan, ledakan pariwisata di Okunoshima ini memberi tantangan tersendiri terhadap kelangsungan hidup para kelinci. Mereka sering kali diberi makan dengan nutrisi yang tidak sesuai. Hal ini membuat banyak kelinci berumur pendek.

Wisatawan tak seharusnya asal memberi makan kelinci, apalagi dengan makanan yang mereka bawa dari luar Pulau Okunoshima. Di pelabuhan feri sebelum masuk ke pulau, ada pedagang yang secara khusus menjual pakan kelinci dengan formulasi yang sudah disesuaikan.

Jika ingin memberi makan kelinci Okunoshima, disarankan memberinya makan dari kantong makanan khusus ini. Namun akan jauh lebih baik lagi apabila wisatawan tidak memberi makan kelinci dan cukup mengamati kehidupan bebas hewan ini dari kejauhan.

Wisatawan juga bisa bermalam di pulau ini, menginap di satu-satunya hotel yang ada di Okunoshima, yaitu Kyukamura Ohkunoshima. Ada pemandu tur yang bisa disewa di hotel itu, membuat kunjungan jadi lebih memuaskan. Kalau ingin mempelajari lebih jauh tentang sejarah Pulau Okunoshima, bisa berkunjung ke Poison Gas Museum.

Bagi yang ingin datang ke Okunoshima, pulau ini bisa diakses menggunakan kapal feri dari Stasiun Tadanoumi di Kota Takehara. Okunoshima jadi salah satu destinasi populer di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Hiroshima.

(ana/wiw)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |