Jakarta, CNN Indonesia --
Saksi sidang kasus dugaan korupsi Bupati Non-aktif Pekalongan Fadia Arafiq menyebut uang pemberian dari para kepala organisasi pimpinan daerah (OPD) di Pemerintah Daerah Pekalongan dibagi-bagi ke anggota tim sukses bupati saat pilkada.
"Untuk membeli sembako dan parsel tim pemenangan bupati," kata Aji Setiawan, ajudan Bupati Pekalongan saat diperiksa sebagai saksi sidang dugaan korupsi Bupati Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/8).
Saksi mengakui menerima pemberian uang dari sejumlah kepala OPD maupun melalui utusannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, uang-uang yang berkaitan dengan THR dan kebutuhan akhir tahun diterima di ruang ajudan bupati.
Setelah pemberian, saksi mengaku melapor ke bupati dan diminta untuk menyimpan dahulu uang tersebut.
Selain untuk parsel dan sembako saat Lebaran, kata dia, uang pemberian kepala OPD juga dibagikan secara langsung untuk anggota tim sukses bupati.
Meski diminta untuk menyimpan uang-uang titipan itu, saksi mengaku tidak mengetahui jumlah pasti pemberian-pemberian itu.
Sementara Kasubag Tata Usaha Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Dewi Septriana Kumalasari mengaku juga pernah menerima titipan uang THR dan akhir tahun dari kepala OPD.
"Orang dinas nitip untuk bupati, lewat utusan," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Rightmen Situmorang itu.
Selain pernah menerima titipan uang untuk bupati, saksi mengaku sering diminta menyetor sejumlah yang tunai ke rekening milik Bupati Fadia.
Ia menyebut total uang yang pernah disetorkannya mencapai lebih dari Rp2 miliar
"Diberi uang tunai, kemudian diminta menyetorkan ke rekening bupati. Tidak tahu dari mana asal uangnya," katanya.
Terhadap kesaksian tersebut, terdakwa Fadia Arafiq menanggapi peruntukan uang-uang itu bukan hanya bagi anggota tim sukses.
"ASN juga dapat, tidak hanya untuk tim pemenangan," katanya.
Fadia juga mengaku tidak pernah mengambil uang titipan para pimpinan OPD tersebut.
"Bahkan saya harus 'nombok" banyak," tambahnya.
Menurut dia, parsel yang harus disiapkannya saat Lebaran mencapai 3.700 buah dengan nilai mencapai Rp1 miliar.
(antara/wis)


















































