Sejarah Penemuan Minyak Bumi, Semua Dikuasai Perusahaan Negara Barat

1 day ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Penyerbuan tentara Amerika Serikat ke Venezuela dan menangkap Nicolas Maduro, dilatarbelakangi keinginan Presiden Donald Trump kuasai ladang minyak. Setelah menangkap Maduro, Trump mengeklaim Venezuela akan memberi 30-50 juta barel minyak.

Trump menyampaikan pengumuman itu dalam unggahan di media sosial buatannya, Truth Social, pada Selasa (6/1) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan senang hati saya mengumumkan Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 dan 50 JUTA barel minyak berkualitas tinggi yang sudah disetujui kepada Amerika Serikat," ujar Trump.

"Minyak itu akan dijual dengan harga pasar, dan uangnya akan dikelola Trump. Ini untuk memastikan penggunaannya bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat" ujar dia menambahkan.

Minyak telah menjadi alasan utama AS untuk menyerang banyak negara di dunia, termasuk di negara-negara Timur Tengah. Dan dalam sejarahnya, AS banyak berperan dalam mengeksplorasi ladang minyak di sejumlah negara.

Dikutip dari laman Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, minyak pertama kali ditemukan di negeri Paman Sam itu dan kemudian menyebar ke sejumlah negara lain di dunia.

Akibat UU anti trust (monopoli) yaitu Sherman Act pada tahun 1890, dibentuk Standard Oil of New Jersey sebagai holding company membawahi semua perusahaan-perusahaan minyak yang ada. Pada tahun 1909, pengadilan Federal menginstruksikan untuk memecah Standard Oil. Pada tahun 1911, Standard Oil dibagi menjadi 34 perusahaan yang terpisah.

Meski sudah dikenal dalam bentuk rembesan alami oleh peradaban kuno seperti Sumeria, Asiria, dan Babilonia, namun penemuan minyak komersial modern pertama terjadi pada tahun 1859 di Titusville, Pennsylvania, AS oleh Kolonel Edwin L. Drake. Edwin berhasil mengebor sumur minyak pertama menggunakan metode mekanis, menandai dimulainya industri perminyakan modern.

Berkembangnya pengeboran minyak di sana hingg pada tahun 1890, dibentuk Standard Oil of New Jersey sebagai holding company membawahi semua perusahaan-perusahaan minyak yang ada. Pengadilan Federal menginstruksikan untuk memecah Standard Oil.

Pada tahun 1911, Standard Oil dibagi menjadi 34 perusahaan yang terpisah. Perusahaan-perusahaan ini kemudian menjelajah ke berbagai benua lain.

Pada 1890, perusahaan minyak Royal Dutch didirikan oleh Aeilko Gans Zijker, bekas kepala perusahaan tembakau Sumatra Timur. Dia mengebor minyak setelah menemukan jejaknya pada tahun 1885 di Sumur Telaga Tunggal I di Sumatera.

Pada tahun 1907, Royal Dutch dimiliki Belanda (60 persen saham) bergabung dengan Shell, Inggris (40% saham). Hal ini menyebabkan Royal Dutch menjadi pesaing Standard Oil.

Perusahaan-perusahaan barat kemudian meluaskan pengeborannya hingga ke Timur Tengah. Di Timur tengah, minyak pertama kali ditemukan di Persia (Iran) tahun 1908 oleh William d Arcy. Pada tahun 1909, The Anglo Persian Company didirikan dan tahun 1951 berubah menjadi British Petroleum dengan 51 persen saham dimiliki pemerintah Inggris.

Di Meksiko, minyak pertama kali ditemukan tahun 1901 dan tahun 1906 terjadi penemuan besar di lapangan Dos Bocas. Perusahaan-perusahaan Eropa dan Amerika yang sudah lebih dulu ada seperti Royal Dutch, Shell, Standard Oil of New Jersey dan Gulf, juga mengembangkan lapangan-lapangan minyak di Meksiko sehingga negara tersebut menjadi produsen minyak nomor dua di dunia.

Pada tahun 1938, industri minyak dinasionalisasi dan Permex (Petroleos Mexicanos) dibentuk. Tetapi produksi terus turun dan baru kembali meningkat tahun 1970-an yang membuat Meksiko menjadi salah satu negara pengekspor minyak utama di dunia.

Minyak pertama kali ditemukan di Venezuela tahun 1914 di Mene Grande. Tahun 1920, Venezuela menjadi produsen minyak kedua di Amerika Latin dan kemudian menjadi nomor dua di dunia sampai 1961. Pada awalnya, produsen utamanya adalah Royal Dutch, Shell, Gulf dan Pan America. Kemudian Pan America dibeli oleh Standard Oil of Indiana lalu oleh Standard Oil of New Jersey.

The Turkish Petroleum Company (TPC) didirikan sekitar 1910 dengan tiga pemegang saham yaitu Anlo Persian Company, Royal Dutch Shell dan Deutsche Bank. Akibat Perang Dunia I (1914-1918), saham Deutsche Bank dibekukan oleh pemerintah Inggris dan saham tersebut diberikan kepada pemerintah Perancis yang segera mendirikan Compagnie Francaise des Petroles (CFP) yang kemudian menjadi Total.

Karena Amerika Serikat membentuk New East Development Corporation (NEDC) dengan saham Standard Oil of New York dan 50 persen saham Standard Oil of New Jersey, maka kemudian pemegang saham TPC adalah CFP, Anglo-Persian, Shell dan NEDC.

Pada tahun 1927, ditemukan minyak di Bala Gurgur dan 1928 ditemukan lapangan Kirkuk serta pada tahun tersebut TPC menjadi Iraq Petroleum Company (JPC) akibat berdirinya negara Irak.

Tahun 1920, ahli geologi Frank Holmes mempublikasikan adanya minyak di daerah Bahrain dan mendapat konsesi di Emirate, Kuwait dan Saudi Arabia yang dijualnya kepada Gulf pada tahun 1927. Gulf menjual konsesinya di Bahrain ke Standard Oil of California (Socal) yang kemudian menemukan lapangan minyak pada 1932. Gulf dan Anglo Persian memperoleh konsesi di Kuwait dan menemukan lapangan Burgan pada 1938.

Pada tahun 1933, Sultan Ibnu Saud memberikan Socal konsesi 60 tahun dan Lapangan Ghawar yang terbesar di dunia, ditemukan tahun 1948. Socal dan Texaco membentuk California Arabian Standard Oil Company (Casoc) yang beroperasi di Bahrain dan Saudi Arabia dan Caltex (California Texas Oil Company) yang mengelola jaringan distribusi di Eropa dan Timur. Kemudian Socal, Texaco, Esso dan Mobil membentuk Aramco setelah Perang Dunia ke II.

Sesudah Perang Dunia II, konsumsi minyak meningkat karena makin banyak orang mengendarai mobil. Penemuan minyak besar-besaran tidak hanya terjadi di Timur Tengah, tetapi juga di Afrika (Aljazair, Libya dan Nigeria) serta Venezuela. Pada tahun 1949, The National Iranian Oil Company (NIOC) dibentuk dengan saham Anglo-Iranian (40 persen) dan Socony, Mobil, Socal, Gulf dan Texaco (masing-masing 7 persen), Shell (17 persen), CFP (6 persen), kelompok perusahana Amerika Independen (5 persen) yang meningkatkan produksi minyak sampai revolusi Iran tahun 1973.

(imf/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |